Saudi dan Israel Dukung Rudal AS Hantam Suriah, Rusia Cs Marah

BINTANGNEWS.com –  Perang Amerika Serikat Versus Suriah akhirnya mulai pecah, sejumlah negara di dunia bereaksi atas serangan rudal-rudal jelajah Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah sebagai respons atas tuduhan serangan senjata kimia di Idlib. Uni Eropa, Arab Saudi, Israel dan Turki mendukung serangan AS, sedangkan Rusia, Iran dan Suriah mengecam keras.
Atas komando Presiden Donald Trump, dua kapal perang AS, USS Porter dan USS Ross, menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk pada Jumat (7/4/2017). Serangan ini menghantam sebuah lapangan terbang di Shayrat, dekat Homs.
 
Enam jet tempur Suriah dan sejumlah fasilitas hancur. Sembilan orang, termasuk beberapa warga sipil tak bersalah tewas.

Negara-negara Eropa telah menyatakan dukungannya atas serangan AS terhadap Suriah. Negara-negara itu antara lain Prancis, Jerman, Inggris dan Italia.

“Menteri Pertahanan (Inggris) Sir Michael Fallon telah menyambut serangan AS terhadap lapangan udara Suriah tadi malam (Jumat dini hari), yang mereka katakan terbatas dan tepat,” tulis Kementerian Pertahanan Inggris, melalui akun Twitter @DefenceHQ.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad memikul tanggung jawab penuh atas serangan senjata kimia di Idlib yang membunuh 74 warga sipil, termasuk 11 bocah. Menurut Hollande, Rusia sebagai sekutu Suriah juga harus menerimanya sebagai peringatan untuk mendorong solusi politik untuk konflik Suriah.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan serangan AS diperlukan untuk merespons serangan kimia yang “barbar”. Uni Eropa, ujar dia, akan bekerja dengan AS untuk mengakhiri konflik Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut operasi AS positif dan merupakan langkah konkrit yang diambil terhadap kejahatan perang rezim Assad. ”Langkah-langkah serius diperlukan untuk perlindungan terhadap warga Suriah yang tidak bersalah,” katanya seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/4/2017).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung penuh AS. Menurutnya, serangan senjata kimia tidak akan ditoleransi. Dia berharap tindakan AS ini tak hanya terhadap rezim Damaskus, tetapi untuk negara-negara lain, termasuk Iran dan Korea Utara.

Arab Saudi juga ikut mendukung serangan AS terhadap Suriah. Saudi melalui pernyataan di kantor berita negara SPA, menyebut serangan itu sebagai “keputusan yang berani oleh Trump”. Uni Emirat Arab dan Bahrain juga menyatakan dukungan serupa.

Sekutu Suriah Kecam

Jepang ikut berpihak pada operasi militer AS. Sedangkan China yang secara historis berpihak Rusia di PBB dalam membela rezim Assad tidak memberikan sikap tegas. Beijing menyatakan bahwa tugas paling mendesak adalah untuk mencegah situasi yang memburuk.

Kantor Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan serangan AS sembrono, tidak bertanggung jawab dan picik. Menurut Suriah, serangan itu tidak berdasarkan fakta yang benar.

Rusia juga mengecam serangan itu. Moskow kini menangguhkan perjanjian dengan AS terkait upaya untuk mencegah insiden penerbangan selama operasi militer di Suriah. Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua belah pihak telah bertukar informasi tentang penerbangan yang direncanakan di Suriah.

Iran yang juga sekutu utama Assad menilai serangan AS berbahaya dan merusak. Teheran menyebut AS telah melanggar hukum internasional,” demikian Sindonews.(win)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply