Usai Dibantai Barc 12-0, Klub Ini Langsung Bubar

BINTANGNEWS.com – Dr Nataniel Tandirogang, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur, mengatakan, Peraturan Presiden Nomor 4/20017 yang mengatur wajib kerja dokter spesialis, harus diiimbangi infrastruktur dan faktor penunjang lain.

"Perpres Nomer 4/2017 itu mewajibkan dokter spesialis bekerja di daerah terpencil selama satu tahun dan setelah itu dibolehkan kembali ke kota untuk praktek. Kami menilai, kebijakan ini bentuk pemaksaan," kata Tandirogang, dihubungi dari Samarinda, Senin.
IDI Kalimantan Timur, kata dia, sangat mendukung penyebaran dokter spesialis ke daerah terpencil agar masyarakat di pedesaan juga ikut merasakan dokter spesialis.

"Hanya saja, infrastrukturnya harus disiapkan serta penunjang lain terhadap dokter spesialis harus diperhatikan," ujar dia.

"Seharusnya, tidak mewajibkan tetapi bagaimana pemerintah membuat kebijakan agar para dokter spesialis yang baru selesai itu secara sukarela mau bertugas di daerah terpencil," kata Tandirogang.

Namun, jika dibiayai pemerintah melalui program beasiswa, maka dokter wajib kembali ke daerah asalnya atau harus siap ditempatkan di daerah terpencil, sesuai kebijakan pemerintah daerah yang membiayainya.
Keajaiban berikutnya datang dari klub lawan. Dikutip Stuff, Eldense mengumumkan dua pernyataan yang bisa menandai akhir nasib klub tersebut. 

Pertama, investor asal Italia yang terikat kontrak dengan mereka, menarik seluruh dana Eldense. Selanjutnya, semua kegiatan olahraga tim utama Eldense ditangguhkan dalam waktu yang belum ditentukan.

"Setelah pertemuan darurat dengan semua jajaran direksi Deportivo Eldense, kami umumkan kontrak dengan grup investor Italia telah dicabut dan kegiatan olahraga tim ini ditangguhkan, entah sampai kapan," kata seorang perwakilan Eldense,” demikian Viva.co.id.(win)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply