Menteri Sosial Serahkan Dana Bantuan PKH untuk Keluarga Miskin Karawang



KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Non-Tunai, secara simbolis di Gedung Aula Husni Hamid, Pemda Karawang pada hari Minggu (28/5). 

Khofifah menjelaskan, pemerintah menggulirkan PKH untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. 
Dijelaskan, PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Dimana program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Pada cara tersebut hadir pula Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadianna, Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat,  Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan PT. Bank Negara Indonesia  Adi Sulistyowati, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI Nur Pujianto, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Kementerian Sosial RI, Kepala Dinas Sosial PropinsibJawa Barat, Forkominda Kabupaten Karawang, beserta para kepala SKPD kabupaten Karawang.

Pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium. Lima Komponen Tujuan MDG’s yang akan terbantu oleh PKH yaitu: Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan; Pendidikan Dasar; Kesetaraan Gender; Pengurangan angka kematian bayi dan balita; Pengurangan kematian ibu melahirkan.

Menurut Menteri Sosial menjelaskan, sebanyak 6 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) akan menerima bantuan sosial secara non tunai mulai bulan Juni 2017. Metode pencairan bansos non tunai nantinya akan menggunakan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam bentuk ATM.

"Pada awal 2017 sebanyak 3 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sudah menerima bansos non tunai, sisanya 3 juta KPM akan menerima non tunai mulai bulan Juni sehingga 100 persen penerima PKH sudah bisa mengambil uang bansos menggunakan buku tabugan atau Kartu Keluarga  Sejahtera (KKS) di agen bank dan e-Warong,"jelasnya saat memantau proses pencairan tahap pertama PKH Non Tunai untuk Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadianna, dalam sambutannya mengatakan, dengan semakin pesatnya pembangunan di Kabupaten Karawang, tentu saja harus diimbangi dengan peningkatan pendapatan dan retribusi daerah. Dari beberapa dampak kesenjangan sosial yang terjadi pada masyarakat Karawang, tentu saja Pemerintah Daerah harus membuat peraturan dan regulasi yang berpihak kepada masyarakat, agar kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh Masyarakat.

Oleh karenanya, dengan total  APBD sekitar Rp .4 Triliyun lebih, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang.

"sebesar Rp. 8,5 Miliyar kami peruntukan untuk anak yatim-piatu, fakir miskin dan kamu dhuafa, serta keluarga penerima manfaat lainnya. Saya berharap program-program bantuan ini juga sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Karawang.

Bupati Karawang juga menyampaikan pemerintah daerah Kabupaten Karawang juga melalui dana APBD  telah membiayai honor para pendamping PKH sekitar 300 orang sebesar Rp. 500 ribu,” pungkas Cellica.(jon)
Ikuti Terus Sumber Infomasi Dunia di Twitter @bintangnews.com
                                                     

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply