Akhirnya Wakil Bupati Karawang Menyatakan ”Permohonan Maaf Kepada Sukur Mulyono”

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Akhirnya Wakil Bupati Karawang, (Wabup) H Ahmad Zamakhsyari,Sag, alias Kang Jimmy,  menyatakan ’perhononan maaf ’ kepada Forum Masyarakat Karawang (FMK) atas pernyataan di Akun Facebook (FB) pribadinya kepada FMK. Tentang kasus dugaan ’penistaan Agam Islam dan Ulama’, yang menyeret nama Aking Saputra (AS) yang kini kasusnya telah ditangani kepolisian Karawang.
Pernyataan Wabub di FB pribadinya yang tujuannya guna meredam situasi agar tetap kondusif, karena kasus tersebut kini telah ditangani oleh polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” namun pernyataan Wabub dibawah inilah yang dianggap menyinggung kubu FMK:      
 Menurut Komentar Wakil Bupati di Akun Facebook peribadinya,” saya Wakil Bupati pemilik wilayah, berkewajiban untuk mengamankan bagi pihak-pihak yang dianggap aktor perusuh,” nanti... catat itu,” kata Wakil Bupati Karawang atas komentara di Akun Facebook peribadinya.

Pernyataan Wabub itulah yang pada akhirnya disikapi oleh pihak FMK melalui pertemuan di Mesjid Al-Jihad, Minggu malam (04/06/2017), yang dihadiri tidak kurang dari 100 orang lebih. Pada intinya FMK menuntut agar Wabub harus melakukan ”permohonan maaf” kepada FMK.

Rupanya tuntutan itu dipenuhi oleh Wakil Bupati Karawang melalui FB pribadinya,” berikut dibawah ini: 


”Saya justru senang Akang aya diperjuangan ini... Ti Awal Abdi Ngadukung pisan Gerakan Adili...AS, Sakali Deui Abdi Nyuhunken Hampura,” Clak Herang Caang Bulan Purnama, Abdi Hampura Nya” inilah pernyataan ”maaf Wabub di Akun FB pribadinya”.

Sementara itu, Sukur Mulyono, sebagai ketua FMK, saat dikomfirmasi BINTANGNEWS.com membenarkan,” Ya.. betul Wabub pernah meminta maaf kepada saya melalui Akun FB pribadinya, namun itu bukan kepada FMK, melainkan kepada pribadi saya ”Sukur Mulyono-nya”, jelas Mulyono.  

Sementara itu, kasus AS, menurut sumber Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Mappaseng,” Aking Saputra (AS) sudah kami tetapkan sebagai Tersangka, yang bersangkutan kami jerat dengan pasal 165 KUHP dan pasal 165 a KUHP dan atau pasal 45 a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU ITE. Dengan ancaman penjara 5 tahun, 4 tahun dan 7 tahun," kata Kasat Reskrim Karawang, Maradona.(bin)
Ikuti Terus Sumber Infomasi Dunia di Twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply