Diam-diam Arab Saudi-Israel Sedang Membangun Ekonomi



BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan," Sebuah laporan mengatakan,” Arab Saudi dan rezim Israel melakukan perundingan rahasia untuk membangun hubungan ekonomi resmi untuk pertama kalinya sejak
entitas tersebut didirikan di wilayah Palestina sekitar 69 tahun yang lalu.

The Times, mengutip sumber Arab dan Amerika yang tidak disebutkan namanya, mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Sabtu bahwa membentuk hubungan ekonomi antara dua negara, yang akan bertahap dan selangkah demi selangkah, dapat dimulai dengan membiarkan perusahaan Israel membuka toko di negara kerajaan Arab, atau memberi izin kepada El Al Israel Airlines Ltd. izin untuk terbang di atas wilayah udara Saudi.

"Namun, kemajuan semacam itu akan mendukung aliansi antara dua musuh Iran yang paling kejam dan mengubah dinamika banyak konflik yang membuat masyarakat Timur Tengah tidak stabil," demikian laporan tersebut.

Sejauh ini pejabat Saudi mengadakan pertemuan terbuka dengan pejabat senior di Israel, yang secara perlahan berusaha membuka jalan untuk menjalin hubungan dengan rezim pendudukan.

Saudi Arabia, Israel to establish economic relations for first time: Report
Back in May last year, Israeli newspaper Arutz Sheva reported that Saudi Arabia and its Persian Gulf allies, namely Jordan and Egypt, had been sending messages to Israel through various emissaries, including former British Prime Minister Tony Blair. They had asked Tel Aviv to resume Middle East negotiations under new terms, which included changes to the Saudi initiative.

In July last year, Anwar Eshki, a well-connected retired general in the Saudi military paid a visit to Israel, meeting with Israel’s Foreign Ministry director general Dore Gold and Yoav Mordechai. He also met with a number of Knesset members.

Israeli daily Ha’aretz at the time described the visit "a highly unusual one," as Eshki could not have traveled to Israel without approval from the Saudi government.

Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump, yang mengunjungi Arab Saudi dan Israel bulan lalu, tampaknya mendukung pendekatan perdamaian regional, yang sebagian dapat membentuk hubungan antara Tel Aviv dan Riyadh untuk pertama kalinya dalam sejarah. Presiden AS telah mengatakan bahwa dia ingin mengejar "kesepakatan yang jauh lebih besar" di Timur Tengah, yang mencakup "banyak, banyak negara."

Saudi Arabia has not yet recognized Israel since its foundation in 1948. Saudi authorities thus do not accept Israeli passports, and holders of passports containing any Israeli visa or stamp will be denied entry. However, any prospect of official ties between Tel Aviv and Riyadh will also mean that Saudi leaders might have on their agenda a review of their recognition of the Israeli regime.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang           
Source: PressTV.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply