Korut: Uji Coba Pencegat Rudal AS Merupakan Langkah Berisiko



BINTANGNEWS.com – Smedia PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” seorang jurubicara militer Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa sistem pencegat rudal AS tidak dapat menghentikan "pemogokan nuklir kita (Korut)".

Pada hari Selasa, militer AS melakukan uji coba pencegat pertama dari rudal balistik antar benua (ICBM). Pentagon memuji tes tersebut sebagai "prestasi luar biasa" yang menandai "tonggak penting" untuk program anti-rudal.
"Tes ini menunjukkan bahwa kita memiliki pencuri yang cakap dan dapat dipercaya melawan ancaman yang sangat nyata," kata Kepala Badan Pelaksana Rudal AS, Admiral James D. Syring.

Pada hari Sabtu, juru bicara Pasukan Strategis Angkatan Darat Korut menekan, bahwa tes tersebut merupakan tindakan yang berisiko. Dia menambahkan bahwa ini merupakan "provokasi militer yang serius yang membawa terang ambisi liar imperialis AS untuk memicu perang nuklir."



N Korea: US interceptor test a risky move
“They are now bluffing, bragging about the ‘success’ in the test and the efficiency of the missile interception system. But the DPRK considers it just as a foolish act of those driven to despair,” he said.

“The last-ditch gambling of the Trump administration for a nuclear war will only bring earlier the day when the US mainland will turn into ashes,” he added.

Earlier, the United Nations Security Council (UNSC) imposed a fresh array of sanctions on North Korea in response to a number of missile tests carried out by Pyongyang this year.

Pada pertengahan bulan Mei, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Pyongyang untuk tidak melakukan uji coba rudal lagi.

Korut, di bawah serangkaian sanksi atas program rudal dan nuklirnya, mengatakan bahwa pihaknya mengembangkan senjata sebagai pencegahan terhadap ancaman AS. Korea Utara juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan meninggalkan program rudal dan nuklirnya kecuali AS mengakhiri permusuhannya terhadap Pyongyang.

Unsettled by North Korean missile and nuclear programs, the United States adopted a war-like posture, sending a strike group and conducting joint military drills with North Korea’s regional adversaries Japan and South Korea.

Meanwhile, the US military has begun deploying an advanced missile system in South Korea known as the Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), raising the ire of North Korea, China, and Russia.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com


Editing: T.Bintang           

Source: bbc.com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply