Larangan Kontroversial Trump untuk 6 Negara Muslim Mulai Diberlakukan

BINTANGNEWS.com –  Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan larangan perjalanan kontroversial Presiden Donald Trump terhadap warga negara
dari enam negara mayoritas Muslim, meskipun banyak menentang rencana tersebut.

Larangan tersebut diberlakukan pada mulai Kamis malam, setelah Mahkamah Agung mengizinkan pemerintah Trump untuk memberlakukan larangan tersebut, ini merupakan kemenangan yang mengejutkan kepada presiden Republik yang maverick tersebut.

Mahkamah Agung pada hari Senin mempersempit lingkup putusan pengadilan yang lebih rendah yang menghalangi larangan Trump atas warga Muslim untuk diberlakukan secara nasional, dan juga setuju untuk mendengarkan seruan pemerintah dalam kasus-kasus ini. Larangan tersebut terutama bagi orang-orang diantaranya Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Namun, pengadilan mengabulkan permintaan darurat pemerintah untuk segera mengumumkan keputusan presiden, sementara tarik ulur hukum masih berlanjut.

Menurut keputusan tersebut, warga dari enam negara yang tidak memiliki hubungan "bonafide" dengan seseorang atau entitas di Amerika akan ditolak masuk, akan tetapi bagi orang yang bisa membuktikan bahwa mereka memiliki hubungan dengan seseorang atau entitas di AS, maka akan Diizinkan untuk bepergian ke negara ini.

Hakim mengatakan bahwa larangan bepergian berlaku "sehubungan dengan warga negara asing yang tidak memiliki hubungan baik dengan seseorang atau entitas di Amerika Serikat."

Trump's controversial travel ban comes into effectThis means people who do not have close family or business relationships in America could be denied visas and barred entry.

"We expect business as usual at the ports of entry starting at 8 pm tonight," a Department of Homeland Security official said on Thursday. "Our people are well prepared for this."
Hawaii asks court to clarify travel ban ruling

Moments before the ban began at 20:00 Washington time, the state of Hawaii had asked a federal judge for clarification regarding the Supreme Court ruling, arguing that the Trump administration had interpreted the court's decision too narrowly.

Hawaii accused the federal government of attempting to violate the Supreme Court's instructions by improperly excluding people who actually have a close family relationship in the US.

Menurut pemerintah AS, kakek-nenek, bibi, paman, keponakan dan keponakan tidak dianggap sebagai "bonafide" hubungan.

Trump mengeluarkan larangan perjalanan yang direvisi pada tanggal 6 Maret setelah perintah awalnya ditandatangani pada bulan Januari diblokir oleh seorang hakim federal di negara bagian Washington dan dituntut oleh Pengadilan Tinggi AS untuk Sirkuit ke-9 di San Francisco, California.

However, the revised order was also blocked by federal judges in the states of Hawaii and Maryland and upheld by the 4th US Circuit Court of Appeals in Richmond, Virginia.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com


Editing: T.Bintang                                                      
Source: PressTV.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply