Pengusaha Nakal Penanganan Limbah Bikin Masyarakat Jatisari Kecewa

KARAWANG, BINTANGNEWS.com –  Belum tuntasnya penanganan limbah sungai Cilamaya, tidak hanya membuat pusing akibat limbah tersebut muncul dengan bau menyengat. Tokoh Masyarakat
dan Pemangku Kepemimpinan di Desa yang akan jadi sasaran tembak bagi pihak yang merasa dirugikan seperti Masyarakat dan Petani.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Jatisari, H Mulyana PR mengatakan, khususnya masyarakat dibuatnya lebih galau karena masalah limbah ulah pengusaha nakal ini terus terjadi menjadi musiman setiap tahun.

"Ini masalah penyakit musiman sejak puluhan tahun silam saat musim kemarau tiba. Lain halnya saat musim mujan tiba air sungai Cilamaya tidak menimbulkan polusi udara, sebab saat hujan tiba mungkin limbah pembuangan industri terdorong oleh air hujan tapi saat kemarau, bau menyengat kembali dirasakan masyarakat," kata Mulyana PR saat diwawancara media usai Pembetukan Forum Komunikasi Pemuda Jatisari (FKPJ), Senin (07/08) di Situdam.

Mulyana memaparkan, cairan pembuangan limbah industri dan organik di sungai Cilamaya muncul pada Agustus hingga musim kemarau habis ini adalah masa cairan pekat menggenang serta menebar bau menyegat.

"Jika memasuki musim penghujan genangan air berbau hilang karena disapu air hujan yang menggelontor dan bermuara di laut. Sungai Cilamaya memang bermuara di wilayah Cilamaya tepatnya muara Cilamaya," bebernya.

Hulu sungai Cilamaya inilah, dirinya mencurigai masih ada pelaku pembuang limbah dari industri dan limbah organik yang diduga sengaja dibuang ke aliran sungai Cilamaya.

Dia menyebutkan, meski demikian karena ada kader lingkungan yang pernah melakukan penelusruan bersama masyarakat serta mendampingi instansi terkait melakukan pengecekan.

"Masalah limbah di aliran sungai Cilamaya ini tidak bisa dituntaskan secara parsial karena menyangkut tiga kabupaten. Selain itu penanganannya harus pula dilakukan secara terpadu melibatkan semua instansi terkait, serta pemkab tiga kabupaten termasuk pihak propinsi dan pusat, yang dimana industri yang berada di hulu sungai," jelasnya.

Dia juga menilai, bila perlu Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana turun tangan memotivasi dinas terkait menuntaskan persoalan limbah ini hingga tuntas dan dijadikan daftar prioritas pemerintah propinsi

"Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut masalah ini seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut citra pemerintah dalam lingkungan hidup yang rentan akan isu limbah. Kalau mau turun tangan pasti bisa dengan aktifnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan penelusuran. Sebab dari penelusuran, pihak terkait belum ada yang dikenakan sanksi tegaa karena tidak pernah terbukti tertangkap tangan," tandasnya. 

Cap : Forum Komunikasi Pemuda Jatisari (FKPJ) tengah membicarakan tindak lanjut penanganan limbah di aliran Sungai Cilamaya yang mengalir ke 6 desa yang ada di Kecamatan Jatisari.(driek)
Terus ikuti Sumber Daya Dunia di twitter @ bintangnews.com
 

 

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply