Israel Keluarkan Perintah Penahanan Mogok Kerja Ilmuwan Reaktor Nuclear Dimona


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Israel telah menyetujui langkah-langkah untuk meluncurkan peraturan darurat
melawan karyawan yang mogok di fasilitas Negev Nuclear di Desa Dimona Israel.


Selama beberapa bulan terakhir, para ilmuwan dan peneliti di fasilitas tersebut melakukan mogok kerja sambil menolak permintaan kenaikan upah.

Pada hari Minggu, rezim Tel Aviv menyetujui sebuah permintaan oleh kepala Komisi Energi Atom Israel, Ze'ev Snir, yang memungkinkan penerbitan perintah penahanan terhadap karyawan yang mogok.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel Netanyahu, pemogokan tersebut "mengganggu aktivitas yang penting bagi Israel" dan keputusan untuk mengeluarkan perintah tersebut muncul setelah "risiko langsung" untuk produksi di fasilitas tersebut.

Saat mengeluarkan permintaannya, Snir mengklaim bahwa semua pekerja yang mogok itu adalah profesional yang berdedikasi yang pekerjaannya sangat penting bagi rezim Tel Aviv namun permintaan mereka untuk kenaikan gaji tidak dapat dibenarkan.



Israel issues restraining order against striking workers of Dimona reactor

Israel’s nuclear activities were uncovered when whistle-blower Mordechai Vanunu, originally a technician at Dimona nuclear facility, handed overwhelming evidence of the regime’s nuclear program to Britain’s Sunday Times in 1986.

It is believed that the Dimona nuclear facilities are the home to Israel's nuclear weapons.  
Israel has never allowed any inspection of its nuclear facilities and continues to defy international calls to join the nuclear Non-Proliferation Treaty.

Sebuah laporan baru-baru ini di Buletin Ilmuwan Atom menegaskan bahwa Israel memiliki setidaknya 80 hulu ledak nuklir operatif dan memiliki cukup bahan untuk menghasilkan hingga 190 lainnya.

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: PressTV.com 


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply