Korut dan Iran Kedua Negara Musuh AS Bertemu di Teheran

BINTANGNEWS.com – Ketua Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Yong-nam melakukan kunjungan sepuluh hari ke Iran. Kunjungan pejabat yang dianggap sebagai “orang nomor 2” Korut berlangsung setelah
Pyongyang dan Teheran sama-sama dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS).

Kedua negara yang bermusuhan dengan AS itu sudah dianggap sebagai ancaman bagi keamanan Washington.

Kunjungan Kim Yong-nam dimulai sejak Kamis lalu. Kantor berita negara Iran, IRNA, melaporkan, kunjungan Kim Yong-nam dan para pejabat Korut lainnya untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk periode kedua.

Analis menilai kunjungan hingga sepuluh hari bukan lawatan biasa. Kunjungan itu diduga sebagai diplomasi untuk memperluas kerja sama militer kedua negara.

”Mungkin ada kerja sama yang sangat bermasalah karena sejarah masa lalu dan karena itu masuk akal secara strategis, terutama untuk Iran sekarang,” kata Emily Landau, seorang peneliti senior di Institute for National Security Studies (INSS) yang berbasis di Israel. Landau juga menjadi Kepala Program Kontrol Senjata Regional.

”Untuk Korut, ini bukan masalah ideologi,” ujar Landau. ”Ini bukan masalah karena dekat secara politis,” imbuh dia.”Ini semua tentang siapa yang bisa membayar dengan tunai, itulah yang membuat Korut menjadi sumber teknologi, komponen dan pengetahuan nuklir yang sangat berbahaya.”

Bulan lalu, Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah pidato bahwa dia telah menciptakan dua pusat misi baru yang bertujuan memusatkan perhatian untuk menempatkan “belati di jantung” masalah Korut dan masalah di Iran.

”Baik orang Korut maupun orang Iran merasakan ancaman serius dari AS dan Barat dan saling memandang satu sama lain sebagai negara yang sangat berbeda namun menghadapi situasi yang agak mirip,” kata Matthew Bunn, pakar proliferasi nuklir dan seorang profesor di Harvard University's John F. Kennedy School of Government, seperti dilansir dari NBC News, Sabtu (5/8/2017).

Korut juga baru-baru ini membangun kantor Kedutaan Besar yang baru di Teheran. ”Kedutaan baru dibangun untuk meningkatkan pertukaran, kontak dan kerja sama antara kedua negara untuk perdamaian dan keamanan dunia serta keadilan internasional,” tulis kantor berita negara Korut, KCNA,” demikian Sindonews.(boy)
Terus ikuti Sumber Informasi Dunia di twitter @ bintangnews.com


Related News

No comments:

Leave a Reply