Militer AS Siap Gunakan 'Kemampuan Penuh' Lawan Korea Utara


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Kepala Staf Gabungan Gabungan AS Joseph Dunford mengatakan, Militer Amerika siap
gunakan "jangkauan penuh" kemampuannya untuk mempertahankan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dari kemungkinan serangan Korea Utara,


Dunford membuat pernyataan pada hari Senin saat berkunjung ke Korea Selatan di mana dia bertemu dengan pejabat militer senior Korea Selatan dan Presiden Bulan Jae-in, beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengancam Korea Utara dengan perang.

Dunford "menekankan bahwa program rudal balistik dan nuklir Korea Utara mengancam seluruh komunitas global," menurut juru bicara militer AS Kapten Darryn James.

"Dia menyampaikan kesiapan Amerika untuk menggunakan seluruh kemampuan militer untuk membela sekutu kami dan tanah air AS," kata James.

Trump mengatakan pekan lalu bahwa AS akan hujan "api dan kemarahan" di Korea Utara, yang beberapa ditafsirkan mengancam negara dengan serangan nuklir preemptive. Sehari kemudian, dia melipatgandakan ancamannya dengan mengatakan opsi militer melawan Korea Utara "terkunci dan dimuat".

US military ready to use ‘full range’ of capabilities against N Korea: Dunford

In response to Trump’s dire warnings, North Korea said it was "carefully examining" a plan to strike the American Pacific territory of Guam with missiles. Guam is about 3,200 kilometers (2,000 miles) from Pyongyang, North Korea's capital.

The North Korean military said it could carry out a preemptive strike if there were signs of an American provocation.
Trump was criticized by both Democrats and Republicans for issuing a threat of launching a nuclear strike against North Korea with which the US has been in conflict since the start of the Korean War in 1950.

'Tidak boleh ada lagi perang di Semenanjung Korea'

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Moon Senin mengumumkan solusi damai untuk menghentikan nuklir, dengan mengatakan bahwa "tidak boleh ada perang lagi di Semenanjung Korea," menurut kantornya.

Juru bicara kantor presiden Korea Selatan Park Su-hyun mengatakan kepada wartawan bahwa Dunford meyakinkan Moon dalam pertemuan 50 menit di Gedung Biru presiden di ibukota Seoul bahwa pilihan militer AS dipersiapkan melawan Korea Utara akan terjadi ketika sanksi diplomatik dan ekonomi gagal.

Moon mengatakan Korea Selatan akan bekerja untuk menjaga perdamaian di Semenanjung Korea bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain, namun meminta Korea Utara untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang mengancam.

Semenanjung Korea telah terkunci dalam lingkaran ketegangan militer sejak Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata. Tidak ada kesepakatan damai yang ditandatangani, yang berarti kedua Korea secara teknis masih berperang. AS adalah sekutu Korea Selatan selama perang.

AS menentang senjata nuklir Korea Utara namun Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada ancaman nuklirnya kecuali Washington mengakhiri kebijakan permusuhannya terhadap negara tersebut dan membubarkan komando pimpinan AS di Korea Selatan. Ribuan tentara AS ditempatkan di Korea Selatan dan Jepang.

The US has imposed sanctions against North Korea but they have failed to dissuade the country from pursuing its ballistic missile and nuclear programs.
North Korea continued its tough stance on Monday, saying the United States has mobilized a large number of weapons and troops for annual military drills with South Korea. The drills will begin later this month.

"What matters is that if a second conflict (on the peninsula) erupts, that cannot help but lead to a nuclear war," the North's official Korean Central News Agency said in a commentary. "We are closely monitoring every move by the United States."

Dunford sebelumnya mengatakan kepada koresponden yang bepergian bersamanya bahwa dia bertujuan untuk "merasakan suhu di wilayah ini."

"Kami semua ingin keluar dari situasi ini tanpa perang," katanya.
Dunford juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo pada hari Senin.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: PressTV.com 

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply