Bom London di Kereta, Polisi: Ini Terorisme, 22 Orang Terluka

BINTANGNEWS.com – Ledakan di gerbong kereta bawah tanah di London, menyebabkan setidaknya 22 orang mengalami luka-luka dan insiden ini
diperlakukan sebagai tindakan terorisme, kata kepolisian Inggris.
Ledakan terjadi pada pukul 08:20 pagi waktu setempat di stasiun Parsons Green di Fulham.
Sebuah foto memperlihatkan sebuah ember putih terbakar di dalam tas, tetapi tampaknya tidak mengakibatkan kerusakan parah dalam gerbong kereta bawah tanah.

Polisi kota London mengatakan terlalu dini untuk mengkonfirmasi penyebab ledakan, tetapi stasiun kereta bawah tanah itu telah ditutup.
Wartawan keamanan BBC Frank Gardner mengatakan terlalu awal untuk mengatakan siapa pelaku peledakan tersebut.


Sejumlah saksi mata mengaku melihat setidaknya satu orang penumpang yang terluka pada wajahnya.
Sementara, beberapa orang menyaksikan sejumlah penumpang terlihat "panik" saat penumpang yang ketakutan meninggalkan kereta di stasiun Parsons Green.
Tim penolong telah dikirim ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan secepatnya.

Presenter BBC London, Riz Lateef, yang berada di stasiun Parsons Green dalam perjalanan menuju tempat kerja, mengatakan, "Ada kepanikan saat orang-orang teburu-buru meninggalkan kereta api, dan sebagian mendengar seperti ada ledakan."
"Beberapa orang terlihat terluka, dan tergeletak di rerumputan, karena mencoba melarikan diri dari tempat kejadian. Banyak sekali orang panik."

Sementara presenter BBC News, Sophie Raworth, mengatakan dia melihat seorang perempuan yang dilarikan dengan tandu dengan luka bakar pada wajah dan kakinya.
Alex Littlefield, 24, seorang pekerja, mengatakan, "Saya sedang berjalan ke stasiun Parsons Green dan saya melihat orang-orang berusaha lari secepatnya, dan mereka tampaknya kesal.
"Saya melihat petugas kepolisian, pemadam kebakaran ... orang-orang berkerumunan dan petugas kepolisian bersenjata."

Seorang konsultan teknologi media, Richard Aylmer-Hall, yang sedang duduk di kereta bawah tanah District Line mengatakan dia melihat beberapa orang terluka, akibat terinjak-injak saat mencoba melarikan diri.
Pria berusia 53 tahun itu mengatakan "tiba-tiba ada kepanikan, banyak orang berteriak, atau bahkan menjerit".
"Ada seorang perempuan di stasiun yang mengatakan dia melihat sebuah tas, lalu sebuah ledakan.
"Saya melihat seorang perempuan menangis, ada banyak teriakan dan teriakan," katanya.
Kepala kepolisian London mengatakan ratusan personel tengah menangani kasus ini dan pengamanan di seluruh sistem transportasi London ditingkatkan.(bbc/tb)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com







Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply