Demo Massa FPI di Jakarta Kecam Penganiayaan Muslim Rohingya, Jadi Sorotan Media Asing

BINTANGNEWS.com – Ribuan pendukung Front Pembela Islam Indonesia (FPI) jadi sorotan Media asing khususnya media PressTV
berbahasa Inggris asal Iran,  \protes massa FPI di depan kedutaan Myanmar di Jakarta, Rabu, menuntut penutupan dan meminta tindakan segera untuk menghentikan penganiayaan terhadap Muslim Rohingya.

Para pemrotes membakar bendera Myanmar, sebelum mencoba merobek barikade kawat pisau cukur untuk mencapai kedutaan, yang mengarah ke intervensi polisi.

Peluncuran kembali kekerasan di Myanmar disalahkan atas serangan minggu lalu terhadap pasukan polisi negara itu yang menyebabkan 12 petugas tewas. Militer Myanmar mengklaim menargetkan militan Rohingya sebagai tanggapan, di tengah laporan pembunuhan, pembakaran, penjarahan dan pemerkosaan di desa Rohingya.

Jumlah Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar telah mencapai sekitar 123.000 orang sejak akhir Agustus, menurut perkiraan PBB.

Jakarta protesters decry persecution of Rohingya Muslims

Thousands of Indonesian Islamic Defenders Front (FPI) supporters protested in front of the Myanmar embassy in Jakarta, Wednesday, demanding its closure and calling for immediate action to halt the persecution of Rohingya Muslims.

The protesters set fire to a Myanmar flag, before attempting to tear down a razor wire barricade in order to reach the embassy, leading to police intervention.

The resurfacing of violence in Myanmar is being blamed on last week's attack on the country's police forces that left 12 officers dead. The Myanmar military claims to be targeting Rohingya militants in response, amid reports of widespread killings, arson, looting and rape in Rohingya villages.

The number of Rohingya Muslims fleeing the violence in Myanmar has reached around 123,000 since late August, according to UN estimates.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com


Editing: T.Bintang
Source: PressTV.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply