Kate Millet Feminis 'Politik Seksual,' Meninggal Dunia Akibat Jantung

BINTANGNEWS.com – Sastrawan dan pegiat feminisme Kate Millet meninggal dunia dalam usia 82 tahun akibat serangan jantung tatkala mengunjungi kota
Paris.

Bukunya, Sexual Politics, terbit tahun 1970, dipandang sebagai pendobrakan terkait gender dan patriarki.
Ia dianggap sebagai ikon dari gerakan yang disebut 'gelombang kedua' feminisme, dan menulis sejumlah buku yang mengguncangkan.

Karyanya yang paling terkenal, Sexual Politicsatau 'Politik Seksual' sangat berpengaruh baik di kalangan masyarakat umum maupun di dunia akademik.
Millett diyakini berada di Prancis untuk merayakan ulang tahun isterinya, jurnalis foto Sophie Keir.

Alkitab Pembebasan Kaum Perempuan

Politik Seksual didasarkan pada tesis doktoral Millett tahun 1969 dari Universitas Columbia New York, dan langsung menciptakan gelombang kehebohan setelah diterbitkan sebagai buku.
Dalam sebuah ulasan tahun 1970, New York Times menyebutnya 'Alkitab Pembebasan Kaum Perempuan.'
Pada tahun itu pula judul buku itu -bersama foto Millet- menjadi sampul majalah Time.
Buku ini sering disandingkan dengan karya klasik lainnya, antara lain The Feminine Mystique (karya Betty Friedan, 1963) dan The Woman Eunuch (Germaine Greer, 1970).
Millett adalah seorang pegiat feminis yang terkenal, yang ikut berkampanye untuk Amandemen Kesetaraan Hak, untuk hak aborsi di AS, dan hak-hak perempuan di Iran.

Pada tahun 1981, dia menerbitkan buku Going to Iran, karya yang dibuatnya bersama jurnalis foto Sophie Keir, tentang perjalanan bersama mereka ke negara itu pada tahun 1979, saat berlangsungnya revolusi Iran.

Pasangan tersebut ditangkap saat kunjungan tersebut setelah menghadiri demonstrasi kaum perempuan di Teheran, dan Millett kemudian mengatakan kepada majalah People tentang ketakutan yang dia rasakan, terutama saat dia mendengar pihak berwenang Iran membicarakan identitasnya sebagai seorang lesbian -yang memang tak dia sembunyikan dan pernah ditulisnya secara terbuka.
Namun, dia mengatakan bahwa yang jauh lebih mencemaskannya adalah kaum perempuan Iran yang ditinggalkannya. "Mereka tidak bisa pergi, itu sebabnya persaudaraan internasional begitu penting," katanya.

Hidup dari pohon natal

Buku lainnya, antara lain The Prostitution Papers (Berkas-berkas Pelacuran, 1971) dan The Politics of Cruelty (Politik Kekejian, 1994), yang merupakan suatu investigasi atas penggunaan metoda penyiksaan di seluruh dunia.
Dia kemudian menulis pula buku tentang perjuangannya melawan depresi.
Pernikahan pertamanya adalah dengan pematung Jepang Fumio Yoshimura, dan dia mendedikasikan buku Politik Seksual kepadanya. Mereka bercerai pada tahun 1985.
Lalu, menurut New York Times, dia menikahi Sophie Keir baru-baru ini.
Di kemudian hari, Millet mengatakan dalam wawancara dengan Guardian bahwa ia mencari nafkah untuk hidupnya dengan menjual pohon Natal yang diambilnya dari lahan miliknya di utara New York.
Dalam wawancara itu, dia berkisah tentang kehidupannya dalam aktivisme: "Saya senang membuat masalah. Itu hal yang dahsyat. Kita tidak mendapat bayaran, tapi kita mengalami banyak petualangan."(jon)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com.


 Sumber: BBC

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply