Khamenei Mendesak untuk Mmelawan Myanmar atas Muslim Rohingya


BINTANGNEWS.com – Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, meminta negara Islam untuk memberikan tekanan
politik dan ekonomi pada pemerintah "kejam" Myanmar agar menghentikan penumpasan mematikan terhadap minoritas Muslim Rohingya.


Berbicara pada hari Selasa, Ayatollah Khamenei mendesak langkah-langkah praktis oleh pemerintah Islam untuk mengakhiri krisis di Myanmar.

"Tentu saja, tindakan praktis tidak berarti penempatan militer. Sebaliknya, mereka (pemerintah Islam) harus meningkatkan tekanan politik, ekonomi, dan perdagangan mereka terhadap pemerintah Myanmar dan berteriak menentang kejahatan-kejahatan ini di organisasi internasional, "kata Pemimpin tersebut.

Pemerintah Myanmar telah mengepung sebuah negara bagian barat tempat orang Rohingya terkonsentrasi. Di sana, kekerasan mengerikan telah terjadi terhadap kaum minoritas Muslim, menurut laporan dan saksi mata.

Tentara dan umat Islam ekstremis dilaporkan telah membunuh atau memperkosa kaum Muslimin dan membakar rumah mereka. Pemerintah Myanmar mengatakan 400 orang, kebanyakan Muslim, tewas dalam kekerasan terakhir. PBB mengatakan jumlah sebenarnya kemungkinan mencapai 1.000.

Ayatollah Khamenei sangat mengkritik kesunyian dan kelambanan badan internasional dan memproklamirkan diri sebagai pendukung hak asasi manusia atas kekejaman yang sedang terjadi.

Ayatollah Khamenei urges action against Myanmar govt. over Rohingya Muslims

The Leader said the crisis in Myanmar is a political issue and should not be reduced to a religious conflict between Muslims and Buddhists, although he said religious prejudice may have been involved.

“This is a political issue because the party that has been carrying out the atrocities is Myanmar’s government, at the top of which is a cruel woman who has won the Nobel Peace Prize. And with these incidents, the death of the Nobel Peace Prize has been spelled,” he said.

Myanmar’s de facto leader, Aung Sang Suu Kyi, who won the Nobel Peace Prize in 1991, has taken almost no action to end the deadly violence against the Rohingya in the country’s western Rakhine State.
Baru-baru ini, dia mengatakan bahwa laporan luas tentang kekerasan brutal terhadap kaum Muslim adalah berita palsu.

Ayatollah Khamenei mengatakan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus bersidang untuk membahas krisis di Myanmar.

Pemimpin tersebut mengatakan bahwa Iran harus berani membuat pendiriannya.

"Dunia saat ini adalah dunia penindasan, dan Republik Islam harus mempertahankan sendiri kehormatan untuk berbicara melawan penindasan di manapun di dunia ini, baik di wilayah yang diduduki oleh Zionis, atau di Bahrain, atau Yaman, atau Myanmar," tegas Ali Khamenei.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com


Editing: T.Bintang
Source: PressTV


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply