Nobar Film G30S/PKI di Desa Kutaraharja Jatisari Disambut Hangat Masyarakat

KARAWANG -BINTANGNEWS.com – Nonton Bareng (Nobar) pemutaran Film G30S/PKI yang diselenggarakan oleh Koramil 0407/Jati sari  Dim 0604/Karawang, mulai Jam
20’00 hingga selesai, yang disambut antusias masyarakat setempat, pada Selasa malam (26/09/17).

Nobar pemutaran film G30S/PKI tersebut, tampak hadir diantaranya Danramil 0407/Jati sari  Kapten Inf Bambang Hariyadi sebagai tuan rumah, Kapolsek Jati sari juga sebagai tuan rumah, Camat Banyusari, Kapala Desa (Kades) Kutaraharja Karya serta, hadir Kades se Wilayah Kecamatan Banyusari.

Pemutaran film ini juga tampak hadir segenaf aparatur daerah yang mencapai sekitar 620 aparat diantaranya anggota TNI Polri 20 orang, Keluarga besar TNI 9 orang, ASN 18 orang, Pelajar/Santri 250 orang, Ormas dan LSM,  dan masyarakat sipil 353 orang.

Sebelum di gelar acara Nobar ada beberapa sambutan dari berbagai intansi yang dibuka oleh Kepala Desa Kutaraharja Karya,  Skeretaris Kecamatan (Sekcam) Banyusari  Enjang, dan Danramil 0407/Jatisari.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kutaraharja mengucapkan terima kasih kepada Koramil yang mempunyai gagasan untuk pemutaran Film G 30 S/PKI ini, demi untuk mengingat kembali Sejarah bangsa Indonesia,” ujrnya.

Inti dari sambutan Danramil 0407/ Jati sari,” kegiatan Nobar Film G30S/PKI ini untuk mengingatkan kembali sejarah kelam bangsa atas pengkhianatan yang dilakukan oleh gerombolan PKI kepada negara Indonesia.

Perlu kita ketahui bersama, sesuai dengan Tap MPRS No. 25 Tahun 1966, bahwa sampai saat ini belum dicabut. yang isinya:

1. Pembubaran Partai Komunis di Indonesia, 2, Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai organisasi terlarang. 3, Pemerintah melarang menyebarkan atau mengembangkan paham komunisme, marxisme dan Lelinisme. Saya ingin menggugah kepada semua pihak untuk tidak usah berpolemik, dalam pemutaran film ini hanya sepenggal cerita kekejian PKI di Indonesia,” tegas Danramil Jatisari.

Masih menurut Danramil,” kami mengajak kepada hadirin jangan melupakan sejarah (Jasmerah) jangan sampai hal tesebut terulang kembali.

Kita ketahui bersama bahwa Negara Indonesia beraneka macam suku bangsa , agama dan bahasa yang beridiologikan PANCASILA, maka tidak bisa di gantikan dengan Idiologi lain.

Kita harus tetap waspada terhadap bahaya laten ini, yang bisa muncul kembali. Mari aktifkan kembali program Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dan Wawasan Kebangsaan ( Wasbang),” pungkas Danramil.(reff)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply