Rencana Jihad FPI ke Myanmar Bisa Perburuk Kondisi Etnis Rohingya

BINTANGNEWS.com – Front Pembela Islam (FPI) berencana akan mengirimkan ribuan anggotanya untuk berjihad
membantu warga etnis Rohingya di Rakhine Myanmar. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama muslim yang sedang teraniaya.
Dikutif Viva.co.id, Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan upaya yang akan dilakukan oleh FPI untuk berjihad tentunya kurang tepat. Sebab, langkah itu bisa dibilang keliru dan memperburuk keadaan.
"Saya kira satu persepsi yang keliru, bahkan memperburuk kondisi etnis minoritas muslim Rohingya di sana," kata Usman Hamid di Jakarta, Kamis, 14 September 2017.
Ia menjelaskan, bawa persoalan kekerasan terhadap etnis muslim Rohingya di Myanmar merupakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga sipil.
Sementara itu, Tim Pencari Fakta untuk Kasus Myanmar, Marzuki Darusman mengatakan, sebaiknya dalam membantu etis Rohingnya tidak dilakukan dengan cara jihad, yang berdampak terhadap warga Rohingya itu sendiri.
"Bahwa masalah yang semestinya merupakan kemanusiaan lalu berubah menjadi masalah politik internasional yang dikaitkan dengan masalah terorisme,” kata Marzuki.
Diketahui, sejauh ini pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan kepada pengungsi etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Bantuan dari Indonesia itu diserahkan langsung secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply