Tragedi Penembakan Massal di Las Vegas AS, 50 Tewas, 400 Luka-luka

BINTANGnews.com – Penembakan massal di Las Vegas menewaskan setidaknya 50 orang sementara lebih dari 400 lainnya luka-luka, menjadikannya salah satu
insiden penembakan paling buruk dalam sejarah Amerika Serikat.

Kepolisian Las Vegas mengatakan pelaku penembakan adalah laki-laki setempat berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock yang melepaskan tembakan dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay ke arah konser ruang terbuka yang berlangsung di lapangan tak jauh dari hotel.

Ia ditemukan tewas di kamar hotelnya dan polisi menemukan beberapa pucuk senjata.

Angka korban bisa bertambah dan jika memang demikian keadaannya ini menjadi salah satu insiden penembakan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, melebihi angka korban insiden penembakan di klub malam di Orlando tahun lalu yang menewaskan 49 orang.
Sebelumnya polisi mengatakan mencari Marilou Danley, perempuan berdarah Asia yang disebutkan punya hubungan dengan tersangka pelaku penembakan.


Oleh media di Australia, Danley dilaporkan memegang paspor Australia dan 'besar kemungkinan keturunan Indonesia'.

Beberapa jam kemudian sumber-sumber polisi kepada CNN dan Fox News mengatakan ia telah ditemukan dan dikatakan 'tidak terkait dengan insiden penembakan'.

Polisi mengatakan penembakan itu diyakini merupakan serangan 'lone wolf,' serangan yang dilakukan berdasarkan prakarsa sendiri.

Diyakini pula ia tidak terkait dengan kelompok militan mana pun Ratusan orang melarikan diri dari tempat kejadian dan suara berondongan tembakan senjata otomatis yang berkepanjangan terdengar pada video yang beredar di media sosial.
Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 22:30 (Senin 11:30 WIB)

Saksi mata melaporkan bahwa pelaku memberondongkan ratusan tembakan.

Seiring terus berlangsungnya penembakan, sejumlah penerbangan dialihkan dari bandara McCarran, Las Vegas.

Festival musik country digelar di kawasan Las Vegas Strip, Nevada, sejak hari Jumat (29/09).

Nevada termasuk negara bagian di AS yang longgar memberlakukan peraturan tentang senjata api.

Orang-orang dibolehkan membawa senjata api dan tidak diwajibkan mendaftarkan diri sebagai pemilik senjata.

Pengecekan latar belakang (semacam rekam jejak) dilakukan ketika orang-orang membeli senjata, namun mereka dibolehkan menjual secara pribadi.

Nevada tidak melarang senjata serbu seperti senjata otomatis maupu semiotomatis dan tak pula menerapkan pembatasan pembelian amunisi.(bbc/tb)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.Com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply