Kereta Kemilau Warnai Perayaan Sultan Brunei 50 Tahun Bertahta

BINTANGnews.com – Sultan Brunei Hassanal Bolkiah merayakan 50 tahun bertahta Kamis (05/10) dalam prosesi dengan menggunakan kereta
kemilau berwarna keemasan.

Sultan Bolkiah, yang kini berusia 71 tahun naik tahta pada 1967. Ia saat ini adalah monarki kedua terlama di dunia setelah Ratu Elizabeth II, yang naik tahta pada 1952.

Dengan jubah keemasan, Sultan Bolkiah memasuki ibu kota Bandar Seri Begawan dengan istrinya, Ratu Saleha dan anak-anak mereka dengan kereta keemasan.

Bendera RI terbalik: perseteruan dari Ganyang Malaysia ke 'Malingsia'

'Kami adalah hari esok': pilot perempuan Brunei yang mendarat di Arab Saudi

Dari 'Kuda Kepang' sampai lagu Rasa Sayang, perdebatan warganet Indonesia-Malaysia
Band militer sepanjang lima kilometer mengiringi prosesi Sultan Brunei yang disambut lebih dari 80.000 orang, sebagian di antaranya tiba pukul lima pagi untuk mendapatkan tempat yang bagus.

Prosesi ini merupakan bagian dari perayaan selama satu bulan, termasuk membuka jembatan gantung pertama Brunei, taman baru serta jamuan makan malam di Istana Nurul Iman yang berkubah emas, yang dihadiri para pemimpin kawasan serta keluarga kerajaan dari Inggris dan Timur Tengah.

Brunei, bekas jajahan Inggris, dengan penduduk 400.000 jiwa mengandalkan pendapatan dari minyak dan gas.

Pendapatan per kapita Brunei masih tetap yang tertinggi di dunia karena kekayaan minyak. Namun setelah anjloknya harga minyak dunia beberapa tahun lalu, pemerintah mengumumkan rencana diversifikasi ekonomi.

Namun pengamat memperingatkan Brunei belum berbuat cukup dan mereka menghadapi risiko memberikan jaminan pekerjaan kepada generasi muda seperti yang disediakan kepada generasi-generasi sebelumnya.

Bisa bertemu Sultan

urunya harga minyak menyebabkan pendapatan pemerintah anjlok 70% dan Brunei adalah satu-satunya negara ASEAN yang mengalami resesi selama tiga tahun berturut-turut.

Dalam pidatonya, Sultan Bolkiah mengatakan, "Tanggung jawab raja adalah kepada rakyatnya dan rakyat memiliki tanggung jawab kepada raja."

Di antara yang hadir dalam acara itu adalah Melissa Ibrahim, seorang pegawai penerbangan.

"Yang mulia peduli dengan rakyatnya, kesejahteraannya, pendidikan dan kesehatan," kata Melissa kepada kantor berita AFP. "Semuanya disubsidi oleh pemerintah, jadi kami sangat, sangat berterima kasih."

Sementara warga lain, Aizzat Bakar, seorang pengusaha yang bekerja di Bandar Sri Begawan, mengatakan mereka dapat menjumpai Sultan Bolkiah.

"Saat kami salat Jumat di masjid, beliau ada. Kami dapat bertemu dan berjabat tangan atau mengirim surat kepadanya bila ada keluhan," kata Aizzat seperti dikutip Reuters. 
Selama 50 tahun bertahta, Brunei mengalami kontroversi.

Pada tahun 2014, Sultan Brunei menerapkan hukum Syariah yang menimbulkan keprihatinan puluhan ribu non-Muslim termasuk pekerja ekspat.

Penjualan alkohol dilarang dan perayaan Natal serta penyebaran agama lain dilarang.
Selama bertahta, sultan juga sempat terganggu skandal adiknya Pangeran Jefri Bolkiah terkait isu penggelapan saat ia menjadi menteri keuangan pada 1990.

Hidup mewah Jefri terungkap antara lain dengan kehidupan non-Islami, tuduhan memiliki harem dan kapal mewah yang dinamakan "Tits."

Tantangan yang dihadapi generasi muda Brunei saat ini adalah terkait masa depan bila ekonomi tak bisa tergantung pada minyak lagi.

"Mereka masih belum melakukan langkah siginifan ke depan di atas sektor utama (minyak dan gas)," kata Bridget Welsh, pakar Asia Tenggara dari Universitas John Cabot, Roma, Italia.(bbc/tb)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.Com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply