Panglima TNI Masuk Radar Cawapres, Dinilai Bisa Ganggu Basis Massa Prabowo

BINTANGNEWS.com – Survei Indikator Politik Indonesia mengungkap nama Gatot Nurmantyo sebagai tokoh paling potensial sebagai calon wakil presiden (cawapres) dampingi
Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Kemunculan nama Panglima TNI ini di bursa cawapres Jokowi bisa mengganggu basis massa Prabowo Subianto. Alasannya, karakter basis massa Prabowo dan Gatot cenderung sama.

"Data ini menjelaskan mengapa hubungan Pak Jokowi dengan Pak Gatot masih baik meski belakangan ini pernyataan Gatot dianggap offside oleh pendukung Jokowi," kata kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

"Karena dia (Jokowi( tahu Gatot bisa menjadi senjata rahasia untuk menangkan Pemilu 2019," imbuh Burhanuddin yang dikutif Sindonews.

Indikator memulai survei dengan simulasi 16 nama. Di antara nama-nama itu, nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai paling potensial dampingi Jokowi. "Ahok sedikit unggul dari nama-nama lain," kata Burhanuddin.

Nama-nama tersebut kemudian dikerucutkan menjadi delapan nama dan selanjutnya menjadi tiga nama calon wakil presiden. Hasilnya, sebanyak 25 persen responden memilih Gatot Nurmantyo, Sri Mulyani 24 persen dan Tito Karnavian 12 persen.

"Tiga tokoh di atas dinilai paling lantas dampingi Jokowi di Pemilu 2019," kata Burhanuddin.(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.Com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply