Sebagian Petani Karawang Gagal Panen (Puso) Akibat Terserang Hama ”Zonk”

Ilustrasi Foto
KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Ada filosopi nenek moyang petani Karawang mengatakan konon,” hasil ngeuyeuk Dayeuh ngolah tanah, tumbuh subur daunnya, lebat berat buahnya, dengan
hamparan padi menguning keemasan, hasil bumi yang muncekil, itulah impian para petani.

Panen raya yang ditunggu-tunggu kini tibalah saatnya, maka pesta panen pun digelar karena ini merupakan hari kemenangan masyarakat petani Kota lumbung Padi Karawang.
Indonesia sebagai negara agraris yang subur, makmur gemah ripah loh jinawi, tak kurang sandang dan pangan, yang tercermin dari hijau ranau gunungnya yang tumbuh subur, luas lautan biru nan-punuh hayati, dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah,” inilah  tanah airku.

Para Ilmuwan bilang mengatakan,” beruntunglah kita sebagai warga negara Indonesia, karena tidurnya saja di atas harta karun, sebab di bawah perut bumi yang kita pijak penuh dengan sumber daya energi, disana ada bahan bakar minyak, ada Gas, batu Bara, bahkan logam emas sekalipun di bumi pertiwi yang kita cintai ini, adalah semua ada.
     
Namun sayangnya, kalimat yang indah itu hanya tinggal kenangan saja, karena di musim  panen kali ini bagi para petani kota pangkal Perjuangan Karawang ini, sedang mengalami duka-lara, alias menderita gagal Panen (Puso) akibat diserang hama “Zonk”.

Kalimat Zonk asal kata dari kuis ”Super Deal 2 Miliar” di Statsun antv, mungkin kalimat Zonk ini mulanya hanya sebatas untuk menghibur diri saja, tapi rupanya kalimat itu semakin  dipatut-pautkan dengan apa yang sedang mereka derita di musim panen kali ini, akibat gagal panen, maka bagi tanaman padinya yang tidak bisa dipanen, itu disebut Zonk. 

Sebut saja keluhan Umar (52 tahun) yang didampingi oleh Amir (49 tahun), petani asal Desa Pasirkamuning, Kecamatan Talagasari, Karawang, Jawa Barat, yang mengalami gagal Panen alias Zonk di musim Kali ini, akibat diserang hama Zonk.

 Umar yang menanam padi jenis Mekongga yang dulu asal jenis dari padi Ciherang 64, yang terserang penyakit Zonk. Umar mengeluhkan, yang biasa perhektar bisa mencapai 9 ton, kini hanya bisa memetik panen cuma 9 kuintal gabah kering pungut,” keluh Umar.  

Amir menambahkan,” awal dari serangan Hama Zonk, Kami perhatikan biasa jika usai tanam padi baru berusia sekitar 20 hari, padi dirambet (ngoyos) dibersihkan rumputnya, selesai dirambet kemudian ditabur Pupuk Urea, pohon padi habis di pupuk biasanya langsung tumbuh subur, tapi kali ini memang tidak mati, tapi batang poho padi malah menjadi mengeras, artinya ini menunjukan tanda-tanda pohon padi itu tidak akan berbuah.

Amir mencontohkan, jika ronggosan (Dapur) padi yang sudah terjangkit hama Zonk, kami biasa suka melakukan tambal sulam, artinya ronggos padi yang sudah terkena penyakit hama Zonk, kami cabut kemudian kami ganti dengan ronggosan padi yang tumbuh sehat, tapi tanah yang sudah terkena hama Zonk, tetap saja padi tersebut juga ikut mati, dan jangan salah padi yang terkena Zonk, akarnya tidak mengembang, melainkan membunder, berarti tanahnya yang terjangkit hama Zonk,” terang Amir. 

Senada dengan ibu Oneh (54 tahun) warga Rt 05/09, Kampung Pagelaran Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, kepada BINTANGNEWS.com mengeluhkan penderitaannya akibat sawahnya mengalami gagal Panen akibat terserang hama Zonk, Oneh yang musim panen lalu per 800 Are, atas 1 hektare kurang mencapai 8 ton, namun kini cuma bisa memanen hanya 8 kuintal Per 800 Are. 
    
Namun lain halnya dengan pernyataan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, dia berani memastikan, bahwa serangan hama wereng batang coklat yang terjadi di wilayah Indonesia pada musim tanam 2017, tidak mengganggu produksi padi nasional," kata Justan usai gerakan taman Jajar Legowo, di Desa Panjangrejo Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu yang dilansir Antaranews.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.Com





Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply