Sidang Kasus Penistaan Agama Aking Saputra, ’Hakim Larang Wartawan Meliput’

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Sidang lanjutan dalam perkara kasus penistaan agama dengan tersangka Aking Saputra (AS), yang berlangsung di Pengadilan Negri Karawang (PN). Rabu (18/10), wartawan dilarang melakukan peliputan dan
melakukan pengambilan gambar pada saat jalannya persidangan.

Akibat larangan tetsebut, sejumlah wartawan langsung melakukn protes kepda Humas PN Karawang. Tak hanya itu, wartawan juga langsung melakukan aksi Boikot dan langsung meninggalkan gedung pengadilan.

"Masa saya bersama teman-teman wartawan yang lainnya tidak diperbolehkan mengambil peliputan dan pengambilan gambar. Saya kan wartawan tv jadi harus ada gambar visiualnya. Tapi ini malah tidak diperbolehkan padahal sidang ini terbuka untuk umum dan baru kali ini terjadi di Karawang media dilarang untuk mengambil gambar saat melakukan piputan, apalagi perkara kasus ini kasus yang menyedot perhatian masyarakat," kata Ujang Heryadi, wartawan TV lokal Karawang, kepada wartawan di PN Karawang, Rabu (18/10).


Dikatakan Ujang, bukan hanya Ujang yang tidak diperbolehkan mengambil gambar. Bahkan wartawan lainnya pun tidak bisa masuk saat sidang berlangsung karena tidak diperbolehkan oleh Humas PN Karawang.

"Humas PN beralasan karena sebelumnya sudah diperintahkan oleh ketua pengadilan yang juga bertugas sebagai ketua Hakim yang menangani perkara kasus penodaan agama dengan tersangka Aking Saputra,

"Kami sudah berupaya dan meminta waktu untuk mengambil gambar saat sidang berlangsung. Tapi tetap saja mereka menolaknya dengan bergbagai alasan dari mereka," katanya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Humas PN Karawang Jajuli mengatakan, majelis hakim bukan melarang wartawan melakukan peliputan. Hanya saja demi tertibnya persidangan wartawan hanya diperbolehkan melakukan peliputan sebelum sidang di mulai dan setelah itu wartawan tidak boleh mengambil gambar saat sidang berlangsung.

"Ini juga kan majelis hakim sudah memberikan kesempatan untuk mengambil gambar tapi hanya sebelum sidang berlangsug, dan kami hanya sekedar menjalankan perintah Ketua pengadilan sebagai pimpinan kami," terangnya.

Dijelaskannya. Dasar alasan larangan tersebut pihaknya hanya mejaga perasaan pihak-pihak yang hadir dalam persidangan yang mungkin saja tidak mau untuk diambil gambarnya oleh para awak media.

"Siapa tahu terdakwa, saksi atau pengunjung lainnya menolak diambil gambar kan kita tidak tahu. Saya hanya menjalankan perintah," pungkasnya.(Kye)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.Com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply