Al-Panji Masih Terus Koreksi Kunjungan Bupati Karawang ke Jepang

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Kembali Ketua LSM Kompak Reformasi, Pancajihadi Al-Panji, mengkeritisi keberangkatan Bupati Karawang, dr Hj Cellica Nurrachadiana ke Osaka Jepang, bersama rombongan yang berdalih
membawa misi memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata Karawang, yang menggunakan biaya dana APBD sebesar Rp1 Miliar menjadi sorotan.

Al-Panji Aktivis asal Karawang yang juga pengusaha kelapa sawit ini menyebutkan,” saya sangat menyesalkan kepada Bupati Karawang, disaat masyarakat sedang membutuhkan perhatian dan bantuan serius dari Pemerintah daerah, akibat meluapnya sungai Citarum dan Cibeet, yang terkena musyibah kebajiran di Desa Karangligar, membuat rumah warga dan sawah seluas 25 Hektare, terancam gagal panen karena terendam banjir, pada hari Jum’at (17/11).


Al-Panji mengutif pernyataan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) beberapa waktu lalu,” gedung sekolah saat ini yang atapnya terancam ambruk di Karawang, sekitar 1.446 ruang kelas, terutama anggaran dari pemerintah daerah pada tahun 2012,” terang Jimmy saat berkunjung ke lokasi SDN Ciptamargi II yang roboh, Kamis (02/01) silam.

Sementara  itu, Bupati Karawang, bersama rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Anggota DPRD Karawang, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta guru dan tim angklung dari SMPN 1 Karawang ke Osaka, Jepang yang diduga menghabiskan dana APBD sebesar Rp1 miliar bersama keluarga dan kolega itu sangat fantastis.

Menurut Al-Panji yang mengutif stories foto Instagram pada akun pribadinya, @cellicanurrachadiana, Bupati sempat mengunggah foto satu bus bersama kakak perempuan disampingnya diketahui bernama Yesi Karya.

Dalam stories tersebut, dia memberikan caption: “My Lovely sister @yesikarya”. Tak hanya itu, Al-Panji juga mempertanyakan kehadiran Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Karawang, Rafiudin Firdaus yang terlihat dalam rombongan itu.


Menurut isu yang berkembang, bahwa siswa dan orang yang ikut ke Jepang, konon harus merogoh koceknya sebesar Rp11 hingga Rp16 juta. Sedangkan keberengkatan rombongan sebanyak kurang lebih 70 orang itu menggunakan dana APBD sebesar Rp1 miliar,” terang Al-Panji.

Tentu saja keberangkatan Kepala Daerah keluar negeri, baik bagi Bupati Karawang, maupun Anggota DPRD itu, harus ada izin dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jika ini tidak ada izin, ya berarti benar-benar tidak beretika. Ini bisa dilaporkan ke Kemendagri,” kata Panji.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.Com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply