Benarkah Kejahatan Seks di Sekte Kristen Inggris Saksi Yehuwa 'Disembunyikan'?

BINTANGNEWS.com – Anak-anak yang dilecehkan secara seksual oleh para anggota Saksi Yehuwa diduga diperintahkan
oleh gereja mereka untuk tidak melaporkan kejahatan tersebut.

Korban yang berasal dari berbagai tempat di Inggris mengatakan kepada BBC bahwa mereka secara rutin dilecehkan.
Mereka menyatakan aturan di organisasi keagamaan tersebut melindungi para pelaku.

Seorang juru bicara gereja mengatakan bahwa mereka tidak "melindungi" pelaku.
Seorang pengacara khusus kasus pelecehan anak cemas bahwa mungkin masih ada ribuan korban di seluruh negeri yang belum mengungkapkan kasusnya karena ketentuan 'dua saksi' sebagai syarat penanganan kasus di sana.

'Menyudutkan Yehuwa'
BBC Hereford dan Worcester menemui dan berbicara dengan sejumlah korban -lelaki dan perempuan- dari Birmingham, Cheltenham, Leicester, Worcestershire dan Glasgow, salah satunya melepaskan haknya untuk anonim.

Louise Palmer lahir dalam organisasi tersebut bersama dengan kakaknya, Richard Davenport, yang mulai memperkosanya saat ia masih berusia empat tahun. Kakaknya kemudian dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.

Perempuan yang sekarang berusia 41 tahun itu mengatakan saat dia mengadu kepada gereja tentang serangan seksual yang dia alami, gereja menginstruksikannya untuk tidak melapor ke polisi.

"Saya bertanya (kepada organisasi), 'apa yang harus saya lakukan? Apakah Anda yang melaporkannya ke polisi, atau saya yang melaporkannya ke polisi?

"Dan kata-kata mereka adalah bahwa mereka sangat menyarankan saya untuk tidak pergi ke polisi karena akan menyudutkan Yehuwa."
Seorang perempuan lain, dari Worcestershire, berkisah bahwa dia dilecehkan secara seksual sewaktu kecil oleh seorang teman dari saudara laki-lakinya.

Dia mengatakan bahwa dia memberi tahu kedua orangtuanya dan para sesepuh di kongregasi tentang kejadian itu, tapi mereka menasihatinya untuk tidak melaporkannya.

"Mulanya (pelaku) sangat suka mengelus-elus, dan saya selalu diraba-raba, dan berangsur-angsur menjadi semakin buruk."

Saksi Yehuwa adalah merupakan sebuah sekte yang terkenal karena melakukan penginjilan dari pintu ke pintu.

Pengacara pelecehan anak Kathleen Hallisey mengatakan ada kekhawatiran bahwa prosedur di dalam organisasi itu membahayakan keselamatan anak-anak.

"(Misalnya) ketentuan agar (korban) bisa mengajukan tuduhan pelecehan seksual itu lebih lanjut, mereka harus memiliki dua saksi atas tindakan pelecehan tersebut," katanya.

Ketentuan 'dua saksi' - Felicity Kvesic, BBC News
Saya telah berbicara dengan sejumlah korban yang memberi tahu saya tentang pelecehan yang mereka alami saat berada dalam organisasi Saksi Yehuwa.

Apa yang sering jadi bumerang adalah sesuatu yang dikenal sebagai "ketentuan dua saksi".
Ini adalah prosedur yang ditetapkan oleh pengurus besar agama itu dan berlaku untuk segala bentuk perbuatan dosa: harus ada dua saksi agar para tetua jemaat bisa mengambil tindakan.

Masalahnya adalah jarang ada saksi dalam kasus serangan seksual.
Para korban yang saya ajak bicara mengatakan bahwa organisasi itu memiliki kebijakan sendiri dan mengajarkan anggota untuk menghindari interaksi dengan pihak luar atau untuk memperkarakan sesama jemaat ke pengadilan.

Jika hal itu dlakukan, kata mereka, mereka bisa dipecat dari Saksi Yehuwa.

Dalam sebuah pernyataan, Saksi Yehuwa mengatakan "kesan bahwa Saksi Yehuwa menutup-nutupii pelecehan anak, sama sekali salah".

Dikatakan bahwa korban dan orang tua mereka memiliki "hak mutlak untuk melaporkan masalah ini kepada pihak berwenang pemerintah" dan melaporkannya dan "tidak bergantung pada jumlah saksi terhadap peristiwa tersebut".

Mereka menyebut pelecehan anak sebagai "kejahatan dan dosa yang keji" dan mengatakan bahwa gereja tersebut tidak "melindungi pelaku dari pihak berwenang terkait tindakan mereka".


Ditambahkan bahwa "orang tua yang penuh kasih dan penyayoman" merupakan "penghalang terbaik untuk pelecehan anak," dan bahwa kepada para korban dan keluarganya, para tetua gereja memberikan penenangan spiritual dari Alkitab".

Pada tahun 2013 Charity Commission melakukan penyelidikan untuk terhadap Watch Tower Bible dan Tract Society of Britain - organisasi Saksi Yehuwa Inggris yang utama.
Penyelidikan masih terus berlanjut.

Seorang juru bicara gereja mengatakan mereka tidak berusaha menjadi tameng bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

"Ini terus berlangsung hingga ... dia kemudian memperkosa saya."(bbc/boy)       
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply