Dua Kubu Romy dan Djan Faridz, DPC PPP Karawang Bersetru di Pengadilan

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Dampak buruk akibat polemic dualisme kepemimpinan di DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berimbas hingga terjadinya dualism kepemimpinan di DPC
PPP Karawang, juga dialami oleh anggota DPRD Karawang asal Parpol PPP, Asep Dasuki.

Pasalnya, Asep Dasuki yang juga menjadi Ketua DPC PPP Karawang kubu Djan Faridz, terancam di PAW-kan akibat korban dualisme internal elit politik di DPP PPP. Bahkan, surat keputusan (SK) pemecatan Asep Dasuki sebagai pengurus DPC PPP Karawang dan SK PAW Asep Dasuki sebagai anggota DPRD Karawang, sudah dilayangkan Ketua DPC PPP kubu Romy kepada Ketua DPRD Karawang, Toto Suripto.

Oleh sebab itu, Asep Dasuki melalui Kuasa hukumnya, Endang Suharta SH, MH, menilai bahwa ke dua SK yang dikeluarkan oleh Ketua DPC PPP Karawang kubu Tomy, Lina Sugiarti, syarat dengan penyimpangan dan dinilai cacat hukum.

“Ada dua SK yang dikeluarkan oleh DPC PPP kubu Tomy. Dan kedua SK tersebut saya nilai cacat hukum. Penuh dengan penyimpangan dan tidak sesuai dengan mekanisme AD/ART internal DPP PPP,” tegas Endang Suharta kuasa hukum Asep Dasuki.

Seperti di level DPP, DPC PPP Karawang pun sempat diterpa konflik internal. Akibatnya, dua kepengurusan partai saling klaim. Asep Dasuki, misalnya, mengklaim sebagai Ketua DPC PPP Karawang kubu Djan Faridz, dan Lina Sugiarti juga mengklaim sebagai Ketua DPC PPP Karawang kubu Djan Faridz.

“SK nomor 022/KPTS/RAPIM-DPC/X/2016 tentang pemberhentian Asep Dasuki sebagai anggota partai berlambang Ka’bah. Dan, SK nomor 023/KPTS/RAPIM-DPC/X/2016 tentang pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Karawang Partai Persatuan Pembangunan hasil Pemilu 2014,” tuturnya.

Dinilai Endang, sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan perundang-undangan partai politik (Parpol) yang ada. Selain itu, pemberhentian dan pemecatan terhadap anggota atau kader atau pengurus DPC PPP Karawang, adalah DPP PPP dan bukan DPC PPP Karawang kubu Tomy yang ke dua SK itu ditandatangani oleh Ketua dan Sekreatris DPC PPP Karawang kubu Tomy yakni Lina Sugiarti dan Dedy Rustandi.

“Mereka (DPC PPP Karawang kubu Tomy, red) tidak memberikan alasan secara pasti kenapa melakukan pemberhentian dan memberikan SK PAW yang tidak sesuai dengan UU Parpol. SK itu gak jelas. Padahal didalam AD/ART DPP PPP, yang namanya pemberhentian atau pemecatan sebagai anggota DPC serta keputusan PAW tersebut, ada ditangan DPP PPP, bukan ada ditangan DPC PPP. Ini jelas cacat hukumnya,” terangnya.

Gugat ke PN Karawang

Atas dasar tersebut, Asep Dasuki melalui kuasa hukumnya, Endang Suharta. Menyerahkan segala hal problematika yang sedang terjadi hingga keluarnya dua SK yang dikeluarkan oleh DPC PPP Karawang kubu Romy, telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

“Kami sudah melayangkan gugatan ke PN Karawang terkait perselisihan partai politik dengan gugatan perkara nomor 365/PDTG/2017/PN-KWG tertanggal 19 Oktober 2017. Tinggal menunggu proses persidangannya saja di PN Karawang,” beber Endang.

Ditambahkan Endang juga, dua SK yang dilayangkan oleh DPC PPP Karawang kubu Tomy itu, cacat hukum akibat melanggar UU Parpol nomor 2 tahun 2011 Pasal 32 dan Pasal 33 tentang perselisihan partai politik diselesaikan oleh internal partai politik yang di atur didalam AD/ART internal partai politik tersebut.

“Ini alas an kami kenapa kami mengajukan gugatan ke PN Karawang. Karena pada UU Parpol nomor 2 tahun 2011 pasal 32 dan pasal 33, jika perselisihan internal partai politik tidak menemukan sebuah mufakat untuk islah, otomatis itu bisa diajukan gugatannya ke Pengadilan Negeri. Dan apabila pihak kami kalah di PN Karawang, kami juga siap untuk mengajukan kasasi ke PTUN atau bahkan ke Mahkamah Agung,” tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun, Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan PPP kubu M. Romahurmuziy (Romi) yang sah melalui putusan PK Nomor 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016, PPP kubu Djan Faridz tetap tidak menerima hasil keputusan peninjauan kembali (PK) di MA tersebut, sehingga perselisihan internal partai politik PPP, belum menemukan kata mufakat untuk berislah.(roy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com.



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply