Kasus Izin PT. JLM yang Diduga Palsu Dilaporkan ke Polda Jabar

PT. JLM Sudah Ditutup
KARAWANG, BINTANGNEWS.com –  PT Jatisari Lestari Makmur (JLM), rencananya yang akan memproduksi Kaca, di Kecamatan Jatisari, diatas puluhan hektar di lahan teknis
pertanian, Izin mendirikan bangunan (IMB) yang diduga palsu, kini dilaporkan ke Polda Jabar. 

Sebagaimana pernyataan pihak Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, mengaku belum pernah menerbitkan IMB untuk PT. JLM seluas itu.

Hal tersebut, kini dilaporkan oleh pancajihadi al panji, ke Polda Jabar, seagaimana tertuang dalam nomor surat laporan: 211/Lap/Huk/X/17, tertanggal 30-10-2017, yang diterima oleh Staf Kapolda Jabar, Wiwin Hindarti, bagian Penata I, 196502201986032004.
Panji Saat Laporan  Diterima oleh Staf Kapolda Jabar

Menurut Panji, kepada BINTANGNEWS.com mengatakan," sesuai hasil investigasi di lokasi PT JLM, dirinya meyakini bahwa PT JLM, walaupun izin resminya hanya 3,5 hektar, tapi kenyataan dilapangan, di bangun diatas puluhan hektar, itu telah melanggar Perundang-undangan Pangan berkelanjutan.  

Al Panji menambahkan,” PT. JLM telah melanggar alih fungsi lahan, sesuai UU nomor 41 tahun 2009, tentang Perlindungan Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (PLP2B). PT. JLM dianggap telah  melanggar pasal 44, dengan sanksi ancaman pidana 5 tahun, denda minimal  Rp1 Milyar, maksimal Rp5 Milyar. Bahkan jika tidak mengembalikan ke lahan semula, maka akan kembali diberi sanksi dipidana dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara, dan denda Rp3 Milyar,’” ujar Panji.

Sedangkan untuk sanksi administrasi, pertama, harus disegel (Tutup) yang kedua harus dibongkar, yang terakhir harus dikembalikan ke fungsi awal lahan pertanian semula.
Surat Laporan Panji dari Kapolda Jabar

Panji juga menanggapi pernyataan Samsuri, Asisten Daerah, Bidang Pemerintahan yang pernyataannya dibeberapa media, bahwa izin tersebut adalah Palsu, tapi herannya, kenapa pihak Pemkab belum ada yang melaporkan ke Polisi, termasuk pihak pengusaha, jika benar merasa izinnya dipalsukan, mestinya harus segera melapor ke Polisi,” ujar Panji.

”Itulah dasar alasan saya melaporkan kasus tersebut ke Polda Jabar, walaupun ada kabar katanya izin yang resmi hanya 3,5 Ha, tapi saya yakin bahwa pembangunan PT. JLM, kini sedang dibangun diatas lahan pertanian diatas puluhan hektar lahan pertanian. Dan pembangunannya sudah mulai realisasi, diantaranya, sudah ada alat berat, seperti Kren kini sudah berdiri tegak di lokasi tersebut,”ujar Panji.

Namun Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, berang mendengar bahwa PT. JLM dibangun atas areal pertanian teknis, itu tidak boleh didirikan pabrik," ujar Cellica, di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Senin 30 Oktober 2017.

Disebutkan, izin IMB yang diterbitkan DBMPTSP  untuk PT JLM, hanya pembangunan gudang di atas lahan seluas 3,5 hektare, kenyataan di lapangan, PT JLM malah membangun pabrik dengan memberangus lahan pertanian teknis.

Setelah ditelusuri, ternyata PT JLM menunjukan, bahwa IMB pembangunan pabrik yang diduga palsu. "Saya sudah berbicara dengan Kapolres Karawang agar segera menangani pemalsuan IMB tersebut. Bahkan, saya sudah perintahkan kepala DBMPTSP untuk melaporkan hal itu secara resmi ke Polres Karawang," tegas Cellica.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@Bintangnews.com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply