Pembelot Korut: AS Serang Pyongyang, Korsel Target Pembalasan

BINTANGNEWS.com –Seorang pembelot Korea Utara (Korut) memperingatkan bahaya penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Pyongyang. Menurutnya, jika  Washington nekat menyerang
Pyongyang, otomatis Korea Selatan (Korsel) jadi target pembalasan militer rezim Kim Jong-un.

Thae Yong-ho, mantan wakil duta besar Korut untuk Inggris yang membelot tahun 2016, memperingatkan risiko itu di hadapan para anggota parlemen Korsel pada hari Rabu.

Dilansir Sindonews, Ibu Kota Korsel, Seoul, kata Thae, adalah target potensial karena hanya berjarak sekitar 25 mil atau sekitar 40km. Jarak itu sangat mudah dijangkau rudal-rudal Pyongyang.

Thae, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Washington sejak pembelotannya tahun lalu, mengatakan bahwa AS dan Korea Selatan akan memenangkan perang setelah serangan militer preventif di Korea Utara. Hanya saja, akan ada “pengorbanan manusia” yang ditimbulkan di Korea Selatan akibat serangan puluhan ribu senjata artileri dan rudal jarak pendek yang dimiliki Korea Utara di perbatasan.

”Pasukan Korea Utara dilatih untuk menekan tombol mereka tanpa instruksi lebih jauh dari komando umum jika terjadi sesuatu di pihak mereka,” kata Thae kepada Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS, merujuk pada serangan bom atau militer dari AS.

”Kita harus ingat bahwa puluhan juta penduduk Korea Selatan tinggal 70 sampai 80 kilometer dari garis demarkasi militer ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (2/11/2017).

Dia mendesak Washington untuk menggunakan diplomasi “soft power” ketimbang opsi militer. Menurutnya, sanksi dan penyebaran informasi yang menantang propaganda Korea Utara untuk mengubah orang-orang di negaranya melawan pemerintahan otoriter Kim Jong-un, akan jauh lebih efektif.

Thae menambahkan, jika China mengizinkan ”jalan keluar” untuk para pembelot Korea Utara tanpa takut pemulangan paksa, maka akan ada eksodus besar-besaran dari Korut ke Korsel yang akan menyebabkan jatuhnya sistem rezim di Korut.

Pemerintah Korea Utara belum berkomentar atas komentar terbaru dari mantan diplomatnya itu. Namun, pemerintah Kim Jong-un telah menyebut Thae sebgai ”sampah manusia” dan menuduhnya menggelapkan uang pemerintah dan melakukan kejahatan lainnya.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @bintangnews.Com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply