Rusia Curiga AS Sedang Cari Dalih untuk Gempur Korut

BINTANGNEWS.com – Pemerintah Rusia menyalahkan Amerika Serikat (AS) yang mereka anggap telah memprovokasi Korea Utara (Korut) untuk meningkatkan
program rudal dan senjata nuklirnya. Moskow kini curiga bahwa Washington sedang mencari dalih untuk menyerang Pyongyang.

Pernyataan dari Moskow itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Dia menolak tegas seruan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley untuk memutuskan hubungan dengan Korut sebagai respons atas uji coba rudal balistik terbaru.

Dilansir Sindonews, Rusia berpendapat, sanksi yang digagas AS tidak berhasil. Lavrov menegaskan bahwa Rusia tetap mendukung jalur perundingan, bukan sanksi.

Lavrov yang sedang berkunjung ke Ibu Kota Belarus, Minsk, mempertanyakan niat AS yang ingin menghancurkan Korut secara total. Kritik itu mengacu pada ancaman penghancuran total Korut yang disampaikan Haley.

”Seseorang mendapat kesan bahwa segala sesuatu telah dilakukan dengan sengaja untuk membuat Kim Jong-un terpojok dan melakukan tindakan yang tidak disarankan lebih jauh,” ujar Lavrov menyalahkan AS atas kenekatan rezim Kim Jong-un  meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya.

“Orang Amerika, harus menjelaskan kepada kita semua apa yang mereka cari,” sambung Lavrov, seperti dikutip BBC, Jumat (1/12/2017).

"Jika mereka ingin mencari dalih untuk menghancurkan Korea Utara, seperti yang dikatakan Duta Besar AS di Dewan Keamanan PBB, maka biarkan mereka mengatakannya secara terang-terangan dan membiarkan pimpinan tertinggi Amerika memastikannya,” papar diplomat to Moskow itu.

Lavrov kembali menyerukan digelarnya pembicaraan baru dengan Korea Utara. ”Kami telah beberapa kali menekankan bahwa pemutusan sanksi pada hakikatnya telah berakhir, dan bahwa resolusi yang memperkenalkan sanksi tersebut seharusnya memasukkan persyaratan untuk memperbarui proses politik, sebuah persyaratan untuk memperbarui pembicaraan,” ujarnya.

”Tapi orang Amerika benar-benar mengabaikan persyaratan ini dan saya menganggap ini sebagai kesalahan besar,” paparnya.(reff)                        
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia Di Twitter @Bintangnews.Com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply