Warga Palestina Tewas Usai Bentrokan dengan Militer Israel di Perbatasan Gaza - Sumber Informasi Dunia

Warga Palestina Tewas Usai Bentrokan dengan Militer Israel di Perbatasan Gaza

Share This
BINTANGNEWS.com –  Media Presstv berbahasa Inggris melaporkan,” Seorang remaja Palestina tewas setelah luka berat yang dideritanya, selama bentrokan dengan pasukan
Israel di dekat perbatasan timur Jalur Gaza dalam sebuah demonstrasi menentang pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Mohammad Sami al-Dahduh, 19, dari Kota Gaza meninggal karena luka-lukanya pada hari Minggu pagi.

Dahduh ditembak dan terluka pada 15 Desember saat demonstrasi anti-AS di sebelah timur Kota Gaza.

Kematiannya melengkapi ke-12 korban Warga Palestina yang tewas sejak keputusan kontroversial Trump tentang Yerusalem al-Quds.


Perkembangan tersebut terjadi sehari setelah seorang pria Palestina meninggal karena luka-lukanya yang diderita bentrokan dengan pasukan Israel di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel pekan lalu.

Palestinian succumbs to wounds sustained in Gaza border clashes
The Palestinian Health Ministry identified the victim as 28-year-old Sharif al-Abd Shalash from Jabalia refugee camp, located 3 kilometers north of Jabalia.

On December 6, US President Donald Trump announced his decision to recognize Jerusalem al-Quds as Israel’s capital and relocate the US embassy in occupied territories from Tel Aviv to Jerusalem al-Quds.

The dramatic shift in Washington’s policy vis-à-vis the city triggered demonstrations in the occupied Palestinian territories, Iran, Turkey, Egypt, Jordan, Tunisia, Algeria, Iraq, Morocco and other Muslim countries.

On Thursday, the United Nations General Assembly overwhelmingly voted in favor of a resolution that calls on the US to withdraw its controversial recognition of Jerusalem al-Quds as Israeli “capital.”

Dalam upaya untuk mencegah resolusi tersebut, Trump telah memperingatkan bahwa "kita sedang menonton," mengancam pembalasan terhadap negara-negara yang mendukung tindakan tersebut, yang sebelumnya menghadapi veto AS di Dewan Keamanan PBB.

Namun, Israel menolak resolusi DK PBB tersebut, sambil berterima kasih kepada Trump atas keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Yerusalem al-Quds tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa bagian timur kota pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina mendatang.***

Continue to follow the World Resources on twitter @bintangnews.com
Editing: T. Bintang                                                            
Sumber: Presstv.com



Post Bottom Ad

Pages