Garda Revolusi Iran Berhasil Redam Aksi Anti Pemerintah - Sumber Informasi Dunia

Garda Revolusi Iran Berhasil Redam Aksi Anti Pemerintah

Share This
BINTANGNEWS.com – Kepala Garda Revolusi Iran telah mengumumkan kekalahan "kekuatan penghasut" di negara tersebut, mengacu kepada gelombang demonstrasi anti pemerintah. Aksi
demonstrasi anti pemerintah yang berjalan selama seminggu terakhir telah menewaskan 21 orang dan lebih dari 450 orang ditangkap.

Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengumumkan bahwa puluhan ribu orang menghadiri demonstrasi pro-pemerintah yang diserukan untuk melawan aksi anti pemerintah.

"Hari ini, kita dapat mengatakan bahwa inilah akhir dari penghasutan," kata Jafari seperti dikutip dari BBC, Kamis (4/1/2018).

Jafari mengatakan bahwa kesiagaan keamanan dan kewaspadaan masyarakat telah menyebabkan kekalahan musuh. Sedangkan Garda Revolusi hanya melakukan intervensi dengan cara terbatas di tiga provinsi.

"Ada maksimal 1.500 orang di setiap tempat dan jumlah pengacau tidak melebihi 15.000 orang di seluruh negeri," ujarnya.

Jenderal tersebut menyalahkan agen anti-revolusioner, pro-monarkis dan pasukan yang menurutnya telah diumumkan oleh mantan menteri luar negeri Amerika Serikar (AS) Hillary Clinton untuk menciptakan kerusuhan, anarki, ketidakamanan dan intrik di Iran.

"Musuh telah mencoba untuk mengajukan ancaman budaya, ekonomi dan keamanan terhadap Islam Iran," katanya.

Komentarnya seolah mengamini pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang juga menyalahkan "musuh" yang tidak dapat didefinisikan. Analis percaya hal itu merujuk ke AS, Israel dan Arab Saudi.

Namun jenderal tersebut juga menyalahkan "mantan pejabat" untuk demonstrasi tersebut, dalam sebuah komentar yang diyakini oleh analis merujuk pada mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang telah mengkritik pejabat pemerintah, khususnya Kepala Kehakiman Sadegh Amoli Larijani, dalam beberapa pekan terakhir.

Televisi negara Iran menyiarkan beberapa demonstrasi pro-pemerintah. Mereka yang mengadakan aksi di kota Kermanshah, Ilam dan Gorgan.

Beberapa demonstran membawa bendera dan gambar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di kota Qom, para demonstran meneriakkan "kematian tentara bayaran Amerika". Nyanyian di tempat lain termasuk "darah di pembuluh darah kita adalah hadiah untuk pemimpin kita" dan "perusuh sedetik harus dieksekusi".

Dilansir Sindonews, aksi demonstrasi anti pemerintah di Iran dimulai pada Kamis lalu di kota Masyhad. Protes pada awalnya melawan kenaikan harga dan korupsi, namun beralih ke sentimen anti-pemerintah yang lebih luas.

Mereka telah menjadi yang terbesar sejak aksi pemilihan presiden 2009 yang dipersengketakan.

Kantor berita Reuters melaporkan demonstrasi baru-baru ini setelah malam tiba di kota Malayer di provinsi Hamadan barat, dengan para pemrotes meneriakkan: "Orang-orang mengemis, pemimpin tertinggi bertindak seperti Tuhan!"

Video di media sosial menunjukkan pemrotes di Nowshahr meneriakkan "kematian kepada diktator", sebuah ungkapan yang telah digunakan melawan Ayatollah Khamenei, kantor tersebut melaporkan.

Associated Press mengatakan bahwa video lain telah muncul pada hari Rabu dari pemrotes yang meruntuhkan gambar ayatullah di Noor Abad, sejauh 360 km barat daya Teheran, meskipun tidak jelas kapan rekaman tersebut diambil.

Sementara tiga anggota dinas keamanan tewas di Piranshahr, sebuah wilayah di provinsi Azerbaijan Barat yang berbatasan dengan Kurdistan Irak, menurut sebuah pernyataan dari Garda Revolusi.

Namun, daerah tersebut kadang-kadang terlibat bentrokan dengan separatis Kurdi yang berbasis di Irak, dan serangan tersebut tidak dianggap terkait dengan demonstrasi baru-baru ini.(jon)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages