Kembali Polisi Karawang Berhasil Bekuk Beberapa Pengedar Narkoba

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan SIK SH MSI, gelar press release di lapangang apel mako pokres karawang
terkait penangkapan sindikat pengedar narkoba di wilayah hukum pokres karawang (26/01/17).

Dalam acara tersebut Kapolres karawang menjelaskan,” bahwa dalam menekan angka kriminalitas terutama peredaran dan penyalahgunaan narkoba, satuan reserse narkoba polres karawang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedar narkoba sebanyak sembilan tersangka dengan barang bukti yang berhasil disita berupa narkotika jenis sabu sebanyak 20,64 gram dan, 730 butir pil Heximer.

Pengungkapan tersebut berdasarkan hasil lidik dan informasi dari masyarakat yang geram dengan gelagat para tersangka yang kerap mengadakan pesta narkoba,serta laporan polsek masing-masing.ujarnya.

Sedangkan TKP dan sembilan tersangka yang berhasil ditangkap reserse narkoba polres  karawang ,deden deni kurnia alias eden, dede warca alias sabri, Hamdani alias hamdan pengedar sabu dengan barang bukti dari ketiga tersangka tersebut berhasil diamankan 9 gram sabu dan 3 Hp dan 1 unit timbangan elektrik, ketiganya warga desa wanajaya kecamatan teluk jambe barat.Sedangkan Asep saefulloh alias cepol dengan barang bukti 1,42 gram sabu, Yogi agasi  als Yogi 1,99 gram sabu, Ibdra pratana alias Black dan tatang Hermawan alias wakil dengan barang bukti 4,48 gram sabu tempat kejadian perkara TKP Telukjambe barat, Syuhada Akbar Sarwilih alias dede dengan barang bukti sabu sebanyat 3,39 gram dan 1unit HP merk Infinik warna hitam, dan Taufik kurniawan alias opik debgan barang bukti pil eximer 730 butir dengan TKP dusun Bojong tugu 2 Rengas dengklok karawang.
     
Kasat Narkoba polres karawang AKP Eko Chondro SH, menjelaska dari hasil pemeriksaan penyidik modus oparandi yang dilakukan oleh para bandar dengan pengedar melakukan transaksi dengan bandar melalui alat konunikasi HP, tanpa bertatap muka dengan bandar, sang bandar akan memberikan kode atau informasi barang di simpan atau ditaruh disatu tempat untuk diambil oleh pembeli atau pengedar, sedangkan sistim pembayaran bila mereka sudah saling kenal akan dibayar dikemudian hari bertemu langsung antar pengedar dengan bandar namun bila mereka tidak saling kenal pembayarannya dengan sistim transfer. Sedangkan transaksi antara pengedar dengan pengguna langsung bertemu dan bayar ditempat.
       
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik ,rata-rata pengedar atau tersangka yang tertangkap tersebut mengaku mendapatkan barang bukti sabu dan pul Heximer dari para bandar yang ada diluar wilayah karawang, dengan harga rata-rata 1,5 juta per gram dan selanjutnya dijual seharga 1,8 juta per gram.
   
Latar belakang dari para pengedar yang tertangkap tersebut mayoritas para pekerja Karyawan, bahkan sasaran peredaran adalah sesama rekan pekerja maupun tetangga tempat tinggal sendiri yang sudah mereka kenal dengan tujuan keamanan para pelaku (pengedar) tersebut dalam menjalankan aksinya.
       
Dari sembilan tersangka pengedar narkoba yang berhasil ditangkap, satu tersangka atas nama Taufik kurniawan alias Opik, akan dijerat pasal 196 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman Hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara.

"Sedangkan delapan tersangka lainnya akan dijerat dengan pasal 112 yo 127 yo 114 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.(joss)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply