Presiden AS Sunat Bantuan Palestina, Belgia Siap Bantu Rp306 M

BINTANGNEWS.com – Belgia bereaksi terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memotong bantuan untuk Palestina. Belgia berjanji untuk menyumbangkan
tambahan dana sebesar Rp306 miliar guna membantu mengatasi kekurangan tersebut.

Dilansir Sindonews, pengumuman tersebut dikeluarkan sehari setelah AS mengurangi dana untuk UNRWA sebesar USD65 juta atau sekitar Rp867 miliar. UNRWA adalah badan bantuan dan pengungsi Palestina PBB.

Alexander De Croo, wakil perdana menteri Belgia dan menteri bantuan internasional mengatakan UNRWA adalah pelampung kehidupan terakhir bagi banyak warga Palestina.

"Saya sangat menghormati pekerjaan UNRWA, yang harus beroperasi dalam situasi yang paling sulit dan berbahaya. Kondisi hidup di Gaza, Suriah, Tepi Barat dan tempat lain di kawasan ini sangat sulit," katanya.

"Bagi banyak pengungsi Palestina, UNRWA adalah pelampung kehidupan terakhir. Dengan bantuan UNRWA, setengah juta anak-anak Palestina bisa bersekolah. Ini mencegah mereka terjerumus ke radikalisasi dan kekerasan ekstrem," imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Kamis (18/1/2018).

Washington pada hari Selasa mengumumkan bahwa pihaknya akan menahan USD65 juta dari paket bantuan senilai USD125 juta untuk badan PBB tersebut.

Trump berargumen dalam sebuah tweet bahwa AS tidak mendapat apresiasi atau penghargaan atas bantuan tersebut. Trump mengklaim bahwa warga Palestina tidak lagi bersedia untuk melakukan negosiasi damai.

Pemerintah Belgia mengatakan bahwa cicilan pertama dari janji tersebut akan segera dilakukan, mengingat situasi mendesak tersebut. Badan PBB tersebut telah membuat puluhan guru dan pekerja kamp pengungsi menganggur dalam beberapa pekan terakhir, dengan alasan penundaan pengiriman paket bantuan AS.

UNRWA diciptakan pada tahun 1949 untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina, yang pada saat itu berjumlah sekitar 700 ribu setelah Perang Arab-Israel pecah pada 1948.

Sekarang badan itu memberikan dukungan melalui perumahan, perawatan kesehatan dan pendidikan untuk sekitar lima juta orang Palestina, termasuk di wilayah pendudukan, Suriah, Lebanon, dan Yordania.(reff)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply