RUU Israel Sengaja Persulit Penyerahan Yerusalem al-Quds Kepada Palestina

BINTANGNEWS.com – Media Presstv berbahasa Inggris melaporkan," didorong oleh peralihan kebijakan AS baru-baru ini, parlemen Israel telah mengeluarkan sebuah undang-
undang yang membuat lebih sulit untuk menyerahkan bagian-bagian Yerusalem al-Quds kepada orang-orang Palestina, yang menginginkan bagian timur kota yang diduduki sebagai ibu kota negara masa depan mereka Palestina.

Anggota parlemen Israel pada hari Selasa menyetujui amandemen undang-undang yang ada, meningkatkan jumlah suara yang dibutuhkan dari 61 menjadi 80 di parlemen 120 kursi (Knesset) sebelum rezim tersebut dapat menyerahkan kontrol atas sebagian dari kota suci tersebut ke "pesta asing".

RUU tersebut, yang didukung oleh koalisi sayap kanan Israel yang berkuasa, disahkan dengan 64 suara legislator yang mendukung dan menentangnya.

Kepala oposisi Israel Isaac Herzog mengatakan bahwa Partai Depan Yahudi sayap kanan yang ekstrem, yang merupakan bagian dari koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berkuasa, memimpin Israel "menuju sebuah bencana yang mengerikan." Kata Isaac Herzog.

Israeli bill makes it harder to cede parts of Jerusalem al-Quds to Palestinians

The decision comes less than a month after US President Donald Trump said the White House recognizes the entire of Jerusalem al-Quds, both its east and west, as Israel’s “capital,” outraging Palestinians and triggering warnings across the world.
The UN resoundingly rejected the policy in a General Assembly vote.

PLO bereaksi

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mengatakan bahwa pemungutan suara parlemen Israel mengenai undang-undang "bersatu" Jerusalem al-Quds merupakan hasil keputusan Trump dan merupakan bagian dari kolaborasi baru AS-Israel untuk mendikte solusi dan menghancurkan apa yang disebut prinsip dua negara.

Erekat mengatakan kepada radio resmi Voice of Palestine bahwa Presiden Mahmoud Abbas telah menggariskan strategi Palestina untuk menghadapi tindakan-tindakan yang bertujuan untuk melikuidasi penyebab Palestina.

He said that the Palestinian leadership will seek full membership at the United Nations to defeat all these American and Israeli attempts.

Palestinians will go to the UN Security Council, the International Court of Justice (ICJ) and the International Criminal Court (ICC) to counter all these plots, he said.

Erekat added that 36 meetings have been held with the American administration aimed at reaching a serious peace process but the Americans have breached all their commitments.***

Continue to follow the World Resources on twitter@bintangnews.com

Editing: T.Bintang

Source: Presstv.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply