Sekda Karawang Ancam Tegas Bagi PNS yang Gunakan Gas Melon 3 Kg Bersubsidi - Sumber Informasi Dunia

Sekda Karawang Ancam Tegas Bagi PNS yang Gunakan Gas Melon 3 Kg Bersubsidi

Share This
KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Kembali kelangkaan gas melon 3 kg di Kabupaten Karawang, mengalami kesulitan bagi kunsumen.     Agkgen dan pangkalan gas elpiji serta para
pedagangnya bisa terancam sanksi pidana jika menjual gas bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sanksi tersebut telah ditetapkan dalam SK Bupati Karawang Nomor 542/Kep.629-Huk/2014 tertanggal 15 Desember 2014, HET termasuk PPN Rp 16.000 per tabung  di tingkat pangkalan (Sub Penyalur) kepada konsumen dan harga tersebut sudah termasuk biaya operasional Rp 1.145,30 dengan marjin (laba) Rp 900,-.

Selain telah ditetapkan melalui SK Bupati, HET juga diatur dalam pasal 32 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan koordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri atas pelaksanaan pembinaan dan pengawasan yang meliputi:

a.         Ditaatinya Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG Tertentu
b.         Kelancaran penyediaan dan pendistribusian LPG pada tingkat penyalur LPG ke konsumen LPG.
Selain terancam pencabutan ijin, agen, pangkalan dan pedagangnya juga bisa dikenai sanksi pidana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Drs. Teddy Rusfendy Sutisna menagatakan,  Pemerintah Daerah telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan membahas kelangkaan gas LPG agar kelangkaan LPG untuk rakyat tersebut bisa secepatnya diatasi.

Tak hanya itu, orang nomor 1 di jajaran PNS Karawang itu juga mewanti-wanti agar para PNS Kabupaten Karawang  tidak menggunakan gas bersubsidi 3 Kg tersebut.

"Saya melarang keras bagi para PNS Kabupaten Karawang untuk menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 Kg. Jika kedapatan ada PNS Kabupaten Karawang yang mengunakan gas 3 Kg bersubsidi, laporkan saja kepada kami, dan kami akan menindaknya dengan tegas, ancam  Tedy sejak beberapa waktu lalu di sela-sela acara HUT Dharma Wanita pada yang digelar pada Kamis (14/12/17) lalu.

Kelangkaan Gas melon di kabupaten karawang sudah sampai ke pelosok desa hal tersebut di keluhkan oleh ibu mus (34) warga desa tanjung pakis yang mengalami Kesulitan untuk mendapatkan Gas melon 3 kg sehingga dia sulit untuk memasak.

"Sudah sepekan ini saya tidak dapat masak karna saya sangat sulit mendaptkan Gas 3kg, sehingga saya harus berjalan jauh untuk mendapatkan Gas tersebut.selain itu harganya pun sudah mencapai 24000 pertabungnya."jelasnya pada sabtu (30/12/17) kemarin.

" Sudah seminggu ini kami tidak bisa memasak karna tidak ada nya Gas.kalau ini berlangsung lama kasian masyarakat yang tidak mampu pak "(jon)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Post Bottom Ad

Pages