Unik!!!.. Karawang Kota Lumbung Padi Krisis Bahan Pangan - Sumber Informasi Dunia

Unik!!!.. Karawang Kota Lumbung Padi Krisis Bahan Pangan

Share This
KARAWANG, BINTANGINEWS.com – Harga beras di pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, pelan tapi pasti terus merangkak naik masuk pada level harga Rp.13.500 per-
kilogram. kenaikan ini cukup tinggi dan membuat masyarakat mulai resah.

Seperti di salah satu pasar Johar Karawang ini, harga beras setiap harinya mengalami kenaikan, dari kualitas bawah atau rendah yang sebelumnya berkisar Rp.8500 sampai Rp. 9000 per kilogram, kini menjadi Rp.13.500, kenaikan harga juga terjadi pada beras kualitas premium yang kini mengalami kenaikan dari Rp.10000 menjadi Rp.12.500 perkilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada harga beras ketan kualitas premium yang sebelumnya memiliki harga Rp.16000, kini menjadi Rp.25,000 perkilogramnya.


Menurut Aking seorang pedagang beras,” kenaikan harga beras mulai berlangsung sejak akhir tahun 2017 kemarin, bahkan setiap hari terus mengalami kenaikan. Akibat dari kenaikan beras tersebut, karena pasokan dari petani ke penggilingan mulai berkurang seiring dengan seringnya para petani mengalami gagal panen. Dimana produksi gabah menurun akibat maraknya serangan hama wereng dan cuaca buruk,” keluh Aking.

Dan hal tersebut berdampak pada kebutuhan masyarakat, seperti yang diakui Teguh warga sekitar, dirinya mengaku resah dengan harga beras yang kesekian kalinya mengalami kenaikan, sehingga kebutuhan beras bagi konsumen berkurang yang biasanya membeli sampai 100 Kg, kini hanya bisa 10 kg saja,” ujarnya.

Akibat dari kenaikan ini, pihak pemerintah setempat belum melakukan operasi pasar untuk menekan angka kenaikan Itu. Pemerintah kabupaten karawang merasa kewalahan mengantisipasi tingginya harga beras yang terus menerus mengalami kenaikan tersebut, karena sedikitnya panen, meski demikian, stok beras dipastikan masih aman.

Menurut kadarisman, kepala dinas Pangan Kabupaten Karawang, saat ditemui di sela-sela waktunya, tidak menapik adanya permainan spekulan yang menyebabkan harga beras tinggi, namun tingginya harga beras kali ini lebih kepada persoalan pasar.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, pengusaha beras bukan hanya mencari untung tapi juga harus mengedepankan aspek sosial.

Kadarisman mengatakan, Karawang belum memasuki masa panen puncak bulan Januari ini, panen di karawang, baru sekitar 10 ribu hektare, jadi hanya baru sedikit panennya Yang baru dipetik,” Kadarisman.


Untuk menekan harga beras, pihaknya bersama Bulog terus menggelar operasi pasar di beberapa titik.(win)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages