Bantuan AS Pada Palestina Alat Pemerasan dan Pemerasan?

BINTANGNEWS.com – Media Presstv berbahasa Inggris melaporkan,” kepala badan PBB yang membantu pengungsi Palestina mengatakan pada hari Senin,” tiba-tiba bahwa AS berencana
untuk memotong dana bantuan, ini bisa mengancam bahaya dan berisiko yang semakin mengacaukan situasi di Timur Tengah.

Amerika Serikat, sejauh ini merupakan kontributor terbesar untuk UNRWA, mengumumkan pada 16 Januari bahwa Washington akan menahan $ 65 juta dari $ 125 juta yang telah direncanakan untuk dikirim ke UNRWA tahun ini. UNRWA yang didanai hampir seluruhnya dengan kontribusi sukarela dari negara-negara anggota PBB.

Warga Palestina menanggapi keputusan Amerika tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu membuktikan "keterlibatan AS dengan pendudukan Israel oleh pemerintah AS dengan mencoba menghapus masalah status tetap lainnya dari meja.

US aid to Palestinians & UNRWA: A tool of extortion and blackmail?
The head of the UN agency that helps Palestinian refugees said on Monday that US plans to cut funding to the body was abrupt and harmful and risked destabilizing the Middle East.

The United States, by far the largest contributor to UNRWA, announced on Jan. 16 that Washington will withhold $65 million of $125 million that it had planned to send to UNRWA this year. UNRWA is funded almost entirely by voluntary contributions from UN member states.

Palestinians responded to the American decision, saying that it proves the US administration's "complicity with the Israeli occupation by attempting to remove another permanent status issue off the table.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang

Source: Presstv.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply