Kalau Kita Bicara Nasib Petani Karawang Rasanya ”Tidak Pernah Basi”

KARAWANG, BINTANNEWS.com – Kalau kita bicara nasib kaum petani di Kabupaten Karawang rasanya tidak pernah basi, mulai gagal panen, akibat terserang hama wereng, maupun kini sebagian petani dipredisi kembali terancam akan
mengalami gagal panen karena terendam bajir.

Dulu Filosopi nenek moyang petani Karawang bilang,” hasil ngeuyeuk Dayeuh holah tanah, tumbuh subur daunnya, lebat berat buahnya, hamparan Padi menguning keemasa, dengan hasil bumi yang mucekil, inilah impian para petani.

Panen raya yang ditunggu-tunggu, kini tibalah saatnya, pesta panenpun digelar karena ini merupakan hari kemenangan masyarakat kota lumbung padi Karawang.

Namun pertanyaannya, benarkah filosopi diatas itu masih dapat dinikmati dan masih berjalan relevan bagi petani Karawang, karena yang terjadi dilapangan saat ini, filosopi tersebut sudah jauh panggang dari api.   

Ternyata bencana banjir ini juga tidak luput dari pantauan dan kepedulian, ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, H.Syukur Mulyono.SH, partai golkar secara estafet giat-giatnya memberikan bantuan, baik berupa bagi-bagi sembako maupun menurunkan tenaga sukarelawan kepada masyarakat yang terkena musyibah bencana banjir.

Kepedulian partai golkar Karawang, secara berturut-turut terus memberikan bantuan, bagi masyarakat korban bencana musyibah banjir, mulai dari Kecamatan Tempuran, Kecamatan Telukjambe Barat dan, Kecamatan Cilebar.

H. Mulyono Mengatakan,” walaupun hanya alakadarnya hanya sebatas berupa sembako, namun kami  siap membantu selama banjir belum mereda, termasuk mengerahkan 4 Unit mobil Ambulan  hingga banjir benar-benar sudah mereda,” singkat ketua partai golkar Karawang.  

Nasib petani kini masih berharap dari Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani nomor 13 tahun 2017, yang didalamnya terdapat aturan mensejahterakan petani, melalui asuransi petani yang sudah diundangkan. Saat ini perda tersebut tinggal menunggu terbitnya Peraturan Bupati (Perbub) yang selangkah lagi dapat direalisasikan.

"Peraturan Bupati selanjutnya oleh Dinas Pertanian selaku leading sektornya," ucap anggota Komisi B DPRD Karawang, Natala Sumedha, kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
"Kami sampai saat ini masih terus mendorong bersama-sama agar Bupati segera menerbitkan Peraturan tersebut. Perlindungan petani salah satunya adalah asuransi, melalui kelompok tani,” ujarnya (bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply