Kang Dedi: Seni Tradisional Odong-odong Memiliki Sejarah Panjang Dalam Perjuangan

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Kesenian Tradisional Odong-odong asal Sunda telah menjadi bagian dari kekayaan seni budaya nasional yang sudah dikenal sejak tahun 1813,
saat Inggris menginvasi Subang.
Seni tradisional Odong-odong ini, yang lahir dari paduan kerja sama dengan seni Reog Ponorogo ini, terinspirasi dari kesenian asal Kabupaten Subang yang berupa Sisingaan kembar‎, yang merupakan simbol dari perlawanan masyarakat pasundan terhadap penjajahan Britania Raya Inggris, pada tahun 1813 saat menginvasi Subang.

‎Karena secara politik saat itu Subang sedang dalam cengkraman Belanda, sedangkan ekonomi dikuasai oleh Inggris. Maka munculah bentuk perlawanan masyarakat Subang tak hanya melalui peperangan saja. Bentuk perlawanan masyarakat sunda itu juga melalui perlawanan kesenian Tradisional Odong-odong.


Menurut bangsa Inggris, Singa itu merupakan lambang keramat, maka bagi siapa yang bisa menaiki Singa dianggap derajatnya lebih tinggi dari masyarakat biasa, maka ini juga bagian dari merontokan moral penjajahan para tentara-tentara Inggris pada saat itu.

Menurut Dedi Mulyadi, Budayawan asal Purwakarta yang saat ini mencalon diri menjadi wakil Gubenur Jawa Barat, mengatakan,” Seni tradisional Odong-odong memiliki sejarah panjang di tanah pasundan,”ujar Kang Dedi saat melakukan kunjungan silaturahmi di Karawang Barat.

Dengan demikian, Odong-odong diharapkan tidak saja hanya sebatas bentuk mainan anak-anak, dan bukan pula hanya sekedar dalam melestarikan kebudayaan sunda saja, namun lebih dari itu Ogong-odong harus mampu menyi’arkan lagu-lagu yang bernilai perjuangan Bangsa Indonesia.

Contohnya, melalui lagu ”maju tak gentar membela bangsa dan negara,” ini harus terekam melekat oleh memory kuping anak-anak, dengan melalui lagu-lagu bahasa sunda.

Maka, Seni tradisional Odong-odong yang telah menjadi bagian khas milik sunda ini, harus mampu menjadi bagian dari yang ikut menumbuh-suburkan rasa jiwa nasionalisme anak. Karena generasi saat­­ ini merupakan miniatur bangsa,” sepuluh, atau dua puluh tahun kedepan, nasib bangsa dan negara akan ditentukan oleh generasi anak hari ini,” pungkas Kang Dedi Mulyadi.

Kunjungan silaturahmi Kang Dedi Ke Karawang, Tampak didampingi oleh ketua DPD partai golkar, Kabupaten Karawang, H.Syukur Mulono.SH, anggota Dewan dari fraksi partai Golkar Karawang, dan segenaf pengurus DPD partai golkar Karawang.(bin)  


 Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply