Luasnya Bahasa Cinta Seperti Fatamorgana Tanpa Batas

Oleh: T. Bintang
Pemred BINTANGNEWS.com
BINTANGNEWS.com – Luasnya bahasa cinta seperti memandang fatamorgana yang jauh tanpa batas, karena bahasa cinta tanpa garis finis yang Jelas, cinta bisa menjanjikan keindahan, cinta bisa menjanjikan kebahagiaan, cinta bisa lupa daratan, namun cinta
juga bisa membuat orang menjadi gila, karema dibabuk cinta.

Maka tidak heran jika orang sedang mabuk cinta terkadang  tiba-tiba bisa berubah menjadi dewa, bisa menjadi pahlawan, bisa menjadi penyayang dan setia, bahkan bisa juga menjadi pembual (pembohong besar) demi menundukan hati mangsanya.

Cinta memang bisa melahirkan energi baru, cinta memang bisa menumbuhkan  motivasi baru dan, karena cinta gairah hidup terasa akan lebih muda.
 
Apalagi saat bersama pasangannya, bergandeng tangan ditaman bunga rayu nan-indah, hidup terasa bahagia bagaikan di surga, dan pasti akan terucap janji setia untuk sehidup-semati, karena di planet bumi ini tidak ada lagi wanita yang paling catik, kecuali hanya kamulah yang paling kusayangi. Meskipun telah disadari betul, bahwa semua janjinya itu sesungguhnya akan penuh dengan kepalsuan belaka.

Bahkan pria saat dimabuk cinta bisa menjadi manusia yang sombong,” gunung tinggi kanku dagi, luas lautan kanku sebrangi, jika tidak percaya, belahlah dadaku, didalam hatiku pasti namamu akan terukir indah.


Namun anehnya, wanita juga masih saja percaya, masih sempat mengamini dan, seolah-olah masih berani meligitimasi kebenaran dari sebuah kata kebonghongannya itu.
Memang hal itu bagian sisi lemah dari seorang wanita, karena wanita butuh disanjung, dipuja dan dimanja. Maka tidak heran jika pria pemain cinta sejati, pasti sudah menguasai ilmu tersebut.

Dengan berbekal modal ilmu diatas, pasti sihidung belang itu akan bisa mengusai siapapun wanita yang jadi obyeknya, karena kaum hawa adalah barang yang lemah, kalau sudah terhifnotis dengan rayuan maut cinta, mungkin sudah tak berdaya lagi. Pendiriannya akan luluh-lantak menyerah pasrah  karena sudah buta hati gelap mata, akibat tersanjung dengan biusan cinta dengan bahasa kepalsuannya.

Padahal, jika kaum hawa barang yang lemah, bukan berarti harus dijadikan alas, malainkan harus dipayungi, dilindungi dan, untuk disayangi. Karena wanita ditakdirkan tuhan ibarat barang perhiasan, yang harus dipajang di dalam kaca etalase, hanya bisa dipandang, tapi belum bisa dipegang sebelum menjadi istri yang sah, itu menurut ajaran agama,”bukan untuk dijadikan mangsa sahaya.

Maka tolong disadari betul bagi kaum hawa, jika melihat gaya buaya tiktok pada saat dia beraksi, untuk menerkam mangsanya, karakter sihidung belang itu bisa tiba-tiba berubah seketika. Karena dia bisa licik licin seperti kancil, ganas garang bagaikan singa, dengan taring yang menganga nan-haus akan darah segar, untuk mencari mangsanya yang paling lemah.
       
Sehingga tidak jarang karena sudah terbius bahasa cinta, wanita sering oleng kendalinya tidak mengenal lagi batas skat dinding kehormatannya, seakan miliku adalah milikmu, apa yang kau mau pada diriku adalah milikmu juah, dan kerap wanita bisa menyerahkan segala-galanya.

Namun setelah habis sari-pati manis madunya dihisap sang predator cinta, yang semula cinta sangat menjanjikan keindahan, menjanjikan kebahagiaan abadi, tapi setelah menjadi korban, baru mulai sadar, satu per satu berjatuhan ibarat bunga cinta dimusim gugur. Dan yang pasti hanya penyesalan yang ada, setelah ditinggal pergi merana, ternyata dirinya hanya menjadi mangsa belaka oleh predator cinta yang buas itu.

Memang cinta itu cukup menjanjikan kebahagiaan abadi, meskipun hanya dalam khayal, hidup merasa bak Ratu dan Raja, seakan dunia ini hanya milik kita berdua. Energi baru cinta juga bisa menggerakan kontak batin, seakan jauh dimata dekat dihati, mampu menangkap pesan gerakan bahasa badan pasangannya.

Jiwa kalau sudah terbakar api cinta bisa tertawa sendiri seperti orang gila, cinta seakan mampu menghantarkan terbang melayang ngangkang ke ruang angkasa. Karena daya tarik magnet cinta sanggup merubah nalar sehat pasangan khasmarannya. Meskipun memejamkan matanya, terasa memancarkan kelap-kelip warna-warni, sinar berkilau hijau ranau, dengan warna kuning keemasan, merah delima menyala yang dirasa, percis ibarat lampu khias di pohon natal.

Suara rewel, cerewet, bisa berubah terdengar merdu nan-syahdu, pandangan mata seakan telah silau dengan aura kemilau cinta, sudah jelas pacar jalannya saja miring mirif kepiting, tapi tetap terlihat bisa denok, montok, demplon, nggleboy, bagaikan bidadari baru turun di kahiyangan,” inilah dahsyatnya getaran magnet cinta.

Tinggal di gubug bambu terasa di rumah Istara raja, pacaran di tempat gelap di hutan belantara, terasa di taman surga yang indah, giliran saja ada ronda malam (Hansip) memukul tiang listri, baru sibuk dan mereka baru sadar.

 Mabuk cinta bisa membuat orang tidak enak makan, tidak bisa tidur, karena terasa jauh dimata dekat dihati, mata terpejam sang kekasih terasa menjelma di depan mata, kemanapun kita pergi, si do’i seperti setia mengikutinya, sang pacar seolah selalu menaburkan senyum yang indah,” Hheeemmh...” sayang inilah aku adalah kekasihmu yang setia.
Namun pertanyaannya, benarkah yang terjadi di atas itu sudah suesuai dengan aturan agama?, tentu itu tidak, kaerena menurut agama, pilihan yang paling ideal untuk calon pendamping hidup kita sedikitnya ada 4 keritiria yang harus menjadi acuan utama.

“ Yang pertama, pilihan ideal yang harus dijadikan calon Pendamping hidup adalah, yang memiliki pengetahuan (Ilmu) agama, yang kedua lihatlah keturunannya, yang ketiga hartanya dan, yang terakhir adalah kecantikannya.

Namun jika anda tidak mampu mendapatkan dari 4 keritiria di atas, tapi sedikitnya yang memiliki pengetahuan agama yang harus menjadi pertimbangan utama anda.

”Dan pada akhirnya, kami ucapkan, selamat berjuanglah bagi pembaca yang belum memiliki pasangan,” semoga anda mendapat pasangan yang diridhoi Allah YME. Amiin..(*) 
 

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply