Massa KMT Tolak Izin Tambang di Pangkalan ”Berkedok Parawisata” - Sumber Informasi Dunia

Massa KMT Tolak Izin Tambang di Pangkalan ”Berkedok Parawisata”

Share This
KARAWANG, BINTANNEWS.com – Puluhan warga Karawang,  yang tergabung dalam Koalisi Melawan Tambang (KMT) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Pemkab Karawang, yang bertepatan hari valentine. Aksi kasih sayang juga hedaknya terhadap alam juah, warga yang terdiri dari
berbagai komunitas itu menyuarakan penolakan izin tambang berkedok pariwisata di wilayah Karst Pangkalan. 

Juru bicara KMT,  Yuda Febrian menjelaskan  wilayah Karst Pangkalan memiliki potensi 18 mata air yang telah terdata.  Namun yang baru terhitung debitnya baru 7 mata air dengan debit 481,5 liter /detik. 

Sedangkan, lanjut Yuda,  pihaknya telah mendata jika Karst Pangkalan telah memiliki 39 goa.  Dimana pihaknya baru melakukan pendalaman data di tiga goa. Debit air tanahnya mencapai 2.21 m3/detik yang mengalir di tiga sungai bawah tanah. 

"Jika dihitung valuasi ekonomi berdasarkan rata-rata harga air permeter kubik US$ 0.50 . Itu data harga air di kawasan industri pertanggal 1 januari 2010 . Dengan asumsi 0.481 m3/detik mata air ditambah 2.12 m3 /detik sungai bawah tanah.  Dan dikalikan potensi air pertahun menjadi 80.917 juta m3 air,  maka Karawang memiliki potensi  US$ 40 juta/tahun. Jika karst rusak,  hitungan kerugian masyarakat terhadap air adalah senilai itu, " katanya. 

Sedangkan potensi lainnya dari 39 goa yang terdata.  Telah teridentifikasi 6 spesies kelelawar dengan jumlah 12.601 kelelawar pemakan serangga dan 11.289 kelelawar pemakan buah. 

"Seekor kelelawar dapat  mengkonsumsi 7 gram dalam setahun.  Jika dikalikan 12.601 kelelawar maka akan mengkonsumsi 31.7 ton serangga dalam setahun.  Dan kelelawar terkenal sebagai predator alami untuk hama.  Lalu kelelawar pemakan buah memiliki jelajah 20 kilometer.  Jika dihitung 11.289 kelelawar pemakan buah dapat membantu penyerbukan tanaman pangan seluas 126.6 km2," terang dia. 

Sehingga Yuda meminta pemerintah untuk menolak rencana pengajuan izin perusahaan tambang dengan modus pariwisata.  

"Saat ini ada salah satu perusahaan yang akan melakukan pengajuan izin pariwisata.  Tetapi perusahaan tersebut merupakan perusahaan tambang.  Beberapa konsepnya sempat kami terima, saat melakukan rapat di dinas perizinan.  Dimana merekan membangun pariwisata ,  tetapi melakukan penggalian, " katanya. 

Padahal,  Bupati telah sangat jelas untuk melindungi kawasan karst pangkalan.  Ia menilai kawasan lindung itu,  harus tetap menjadi penyanggah alam yang lestari di Karawang. 

"Kami minta bupati juga untuk memastikan secara jelas dengan melakukan ketegasan tidak akan ada izin yang sifatnya penggalian di kawasan karst pangkalan, " pungkasnya.(win)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages