Trump tak Ucapkan Selamat Kepada Putin Pemenang Besar' di Pilpres Rusia?


BINTANGNEWS.com – Gedung Putih tidak memberikan ucapan selamat kepada Vladimir Putin, yang kembali terpilih sebagai presiden Rusia, dan hingga Selasa (20/03) belum ada tanda-tanda Presiden Donald Trump akan mengeluarkan ucapan selamat tersebut.
Juru bicara Presiden Trump, Hogan Gidley, menjelaskan bahwa penyebab utama tiadanya ucapan selamat adalah karena Putin dipastikan terpilih kembali sebagai presiden dan 'karenanya tidak akan ada kejutan dari hasil pilpres' di Rusia.

Ia menambahkan pada hari Senin tidak ada agenda Presiden Trump untuk menghubungi Presiden Putin melalui sambungan telepon.

"Kami tidak terkejut dengan hasil pemilihan," kata Gidley, Senin (19/03) petang waktu setempat, kepada para wartawan di atas pesawat terbang kepresidenan Air Force One, yang membawa rombongan Presiden Trump ke New Hampshire.

Meski demikian, Gidley mengatakan Amerika Serikat akan tetap bekerja sama dengan Rusia di sektor-sektor yang memungkinkan kolaborasi antara kedua negara.

"Kami akan mempererat hubungan dengan Rusia dan tentu akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan ketika Rusia mengancam kepentingan kami," jelas Gidley.

"Kami juga akan terus berupaya bekerja sama dengan Rusia di sektor-sektor yang menjadi kepentingan Amerika," tambahnya.

Aparat penegak hukum di AS saat ini sedang mendalami kemungkinan campur tangan Rusia di pemilihan presiden AS 2016 yang dimenangkan oleh Trump.

Aparat AS sudah menjatuhkan sanksi terhadap 19 warga dan lembaga Rusia dengan tuduhan melakukan campur tangan dalam pilpres dan melakukan serangan siber.

Dari 19 yang mendapat sanksi, 13 di antaranya sudah didakwa bulan lalu oleh pengacara khusus Departemen Kehakiman AS, Robert Mueller, yang menyelidiki dugaan bahwa Rusia campur tangan dalam pilpres AS untuk membantu kemenangan Trump.

Sikap Inggris dan Jerman
Selain Trump yang tak memberi ucapan selamat, negara-negara Barat juga dikatakan lamban mengirim ucapan selamat atas kemenangan Putin.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, menurut media di negara tersebut, menelepon Putin, tapi tidak untuk mengucapkan selamat. Macron dilaporkan hanya berharap Putin sukses menerapkan modernisasi di Rusia.

Sekretaris Presiden Putin memberikan versi yang berbeda dengan mengatakan Macron 'mengucapkan selamat'.

Pemerintah Inggris yang tengah terlibat sengketa diplomatik dengan Rusia terkait dengan serangan zat syaraf terhadap eks mata-mata ganda Rusia di Inggris, yang oleh Inggris dikatakan 'ada peran Rusia' dalam kasus ini, belum juga mengirim ucapan selamat ke Putin.

Dikutif BBC Indonesia serangan zat syarat terhadap eks mata-mata ini membuat Inggris mengusir diplomat Rusia, yang dibalas oleh Rusia dengan tindakan yang sama.

Jerman mengirim pesan selamat pada Senin (19/03) petang meski mengakui ada perbedaan antara Berlin dan Moskow dalam berbagai isu, antara lain terkait dengan konflik di Suriah dan di Ukraina timur.

Sementara itu yang dianggap cepat mengirim selamat atas terpilihnya kembali Putin sebagai presiden Rusia adalah Xi Jinping dari Cina, Hassan Rouhani dari Iran, Fatah al-Sisi dari Mesir, dan Raul Castro dari Kuba.

Putra mahkota kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan Presiden Bolivia Evo Morales, juga tak menunggu lama untuk mengirim ucapan selamat ke Putin.(bbc/jon)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply