8 Operasi Terbesar Mossad yang Gegerkan Dunia


BINTANGNEWS.com – Tewasnya ilmuwan asal Palestina yang juga anggota Hamas Fadi al-Batsh di Kuala Lumpur, Malaysia, menyeret nama dinas intelijen Israel Mossad. Mossad disebut menjadi dalang
pembunuhan ahli roket kelompok tersebut.

Sejatinya ini bukan kali pertama nama Mossad muncul dalam kasus yang berbau operasi intelijen. Selama bertahun-tahun, badan intelijen yang berdiri sejak tahun 1951 ini telah terlibat dalam sejumlah operasi intelijen internasional. Dari sejumlah operasi tersebut, 8 diantaranya mampu membuat geger dunia seperti dikutip Jerusalem Post, Sabtu (28/4/2018).

1. Menangkap dan Menggantung Anggota Nazi Adolf Eichmann pada 1960-1962

Adolf Eichmann adalah eksekutor operasi Solusi Akhir pemimpin Nazi Adolf Hitler yang menyebabkan enam juta orang Yahudi tewas selama Holocaust. Ia sempat ditangkap oleh pasukan Sekutu setelah Perang Dunia II, namun berhasil melarikan diri ke Argentina.

Keberadaannya di Argentina diketahui setelah seorang korban Holocaust memberi tahu Mossad bahwa Eichmann telah mengganti namanya menjadi Ricardo Klement.

Eichmann kemudian berhasil ditangkap oleh agen Mossad dan membawanya ke Israel. Eichmann kemudian diadili di Israel dan digantung pada tahun 1962.

2. Balas Dendam atas Pembunuhan Para Atlet Israel di Olimpiade Munich tahun 1972

Pada tanggal 5 September 1972, sebelas atlet Israel yang berlaga di Olimpiade Munich tewas dihabisi delapan aktivis Organisasi Pembebasan Palestina yang menyamar. Para pelaku berhasil masuk ke hotel tempat para atlet Israel menginap dengan menyamar.

Tragedi yang dikenal sebagai Black September ini kemudia memicu aksi balas dendam Israel, dan Mossad membuat daftar sasarannya. Gelombang pembunuhan terhadap orang-orang yang diduga menjadi aktor operasi Black September kemudian terjadi di seluruh Eropa.

Pada 16 Oktober 1972 dua agen Mossad menembak perwakilan PLO Italia Abdel Wael Zwaiter belasan kali di kediamannya setelah dia pulang dari makan malam di Roma.

Pada tanggal 9 April 1973, Mossad dan IDF meluncurkan operasi gabungan di Beirut yang melibatkan armada kecil kapal-kapal rudal dan kapal-kapal patroli yang melakukan perjalanan ke pantai Lebanon yang kosong.

Mereka menculik Mohammad Yusuf al-Najjar (Abu Yusuf), kepala intelijen Fatah, yang menjalankan operasi Black September; Kamal Adwan, yang mengatur aksi PLO di dalam Israel; dan Kamal Nassir, juru bicara PLO. Ehud Barak, yang kemudian menjadi perdana menteri, memimpin serangan komando.

Operasi balas dendam tambahan diluncurkan pada tahun 1979 dan, beberapa mengatakan, bahkan sampai tahun 1990-an.

3. Operasi Reaktor Nuklir Suriah 2006-2007

Mossad berhasil meretas laptop milik seorang pejabat tinggi Suriah, diduga Ibrahim Othman, kepala Komisi Energi Atom Suriah, tiba di sebuah kota Eropa (ada perdebatan tentang lokasi persisnya) di bawah identitas palsu.

Mereka kemudian mendapatkan sejumlah data yang menunjukkan cetak biru dan ratusan gambar fasilitas nuklir Suriah pada periode yang berbeda, mulai dari konstruksi serta sistem komunikasi fasilitas tersebut.

Salah satu foto yang diambil dari komputer menunjukkan pertemuan resmi pejabat nuklir Korea Utara (Korut) Chon Chibu dengan Othman.

Menurut laporan yang dikutif Sindonews, oleh David Makovsky di New Yorker dan laporan lainnya, gabungan pasukan khusus Mossad dan IDF kemudian berhasil menembus Suriah dan mengumpulkan sampel tanah serta bukti fisik lainnya dari situs nuklir.

Bahan-bahan yang diduga dikumpulkan oleh intelijen Mossad dan IDF akhirnya menyebabkan serangan udara IDF yang sukses menghancurkan fasilitas nuklir Suriah pada 6 September 2007.

4. Membunuh Tangan Kanan Bashar al-Assad - 1 Agustus 2008

Muhammad Suleiman adalah seorang perwira angkatan bersenjata Suriah, yang juga tangan kanan Presiden Bashar al-Assad. Ia terpilih untuk menjalankan program nuklir Suriah di luar rantai komando militer sehingga hampir tidak ada seorang pun di Suriah yang tahu tentang hal itu.

Pada tanggal 1 Agustus 2008, Suleiman ditemukan pingsan dan tewas di pantai dekat resor Suriah Tartus di mana dia berlibur.

Serangan itu dikaitkan dengan tembakan penembak jitu ke kepala dan leher, ditembakkan dari kapal pesiar yang terletak jauh di lepas pantai. Banyak yang mengatakan bahwa itu adalah hasil penembak jitu Mossad.

5. Menghabisi Teroris Imad Mughniyeh - 12 Februari 2008

Imad Mughniyeh mungkin adalah teroris paling dicari oleh Mossad dan Israel selama beberapa dekade terakhir. Ia telah mendalangi serangan teror, terutama pemboman mobil, di seluruh dunia.(reff)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply