Putin Tak Butuh Maaf Inggris, Tapi Ingin Akal Sehat Menang


BINTANGNEWS.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan lemahnya fakta-fakta yang mendukung tuduhan Inggris bahwa Rusia mendalangi serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal. Namun, Moskow tak butuh permintaan maaf dari
London atas tuduhan itu dan berharap keruntuhan hubungan diplomatik berakhir.

"Kami tidak menunggu apa pun," kata Putin dalam konferensi pers bersama pemimpin Turki dan Iran di Ankara, saat ditanya wartawan apakah Rusia sedang menunggu permintaan maaf dari Inggris atas tuduhannya.

"Yang kami harapkan adalah bahwa kemenangan akal sehat, dan hubungan internasional berhenti dirugikan, seperti yang terjadi belakangan ini. Ini tidak hanya menyangkut (tuduhan) percobaan pembunuhan Skripal, tetapi aspek lain dari hubungan internasional," ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Kamis (5/4/2018).

Laboratorium Porton Down, Inggris, yang menganalisis sampel dari insiden 4 Maret 2018 terhadap Skripal, menyatakan tidak dapat mengidentifikasi sumber rarun saraf Novichok. Namun, para ilmuwan di laboratorium itu memastikan racun Novichok yang digunakan untuk menyerang Skripal, 66, dan putrinya, Yulia Skripal, di Salisbury, Inggris selatan.

Menurut sumber Sindonews, para ilmuwan di Porton Down bersikeras bahwa bukan tugas mereka untuk melacak sumber racun saraf kelas militer itu. Penegasan para ilmuwan itu bertentangan dengan klaim Kementerian Luar Negeri Inggris dan Menteri Luar Negeri Boris Johnson yang mengaku telah menerima jaminan kategoris bahwa racun saraf Novichok tersebut berasal dari Rusia.

Kasus serangan racun terhadap mantan agen ganda Moskow yang berkhianat ke London itu telah memicu perseteruan yang memanas antara Rusia dan negara-negara Barat, terutama Inggris dan Amerika Serikat.

Puluhan negara Barat pro-Inggris telah mengusir total ratusan diplomat Moskow. Rusia yang menolak tuduhan sebagai dalang serangan racun membalas dengan mengusir para diplomat negara-negara Barat.

Putin berharap Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) melakukan tes independen terhadap sampel. OPCW telah menggelar pertemuan darurat pada hari Rabu atas permintaan Moskow dengan tujuan mengakhiri masalah ini.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply