Stabilitas Suriah Telah Terjaga oleh Trio Turki, Iran, Rusia - Sumber Informasi Dunia

Stabilitas Suriah Telah Terjaga oleh Trio Turki, Iran, Rusia

Share This

BINTANGNEWS.com – Turki, Iran dan Rusia berjanji untuk mempercepat upaya untuk membawa stabilitas ke Suriah. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen bersama mereka terhadap Suriah
sehari setelah Presiden Donald Trump menaikkan prospek penarikan pasukan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan oleh tiga negara dikeluarkan setelah pertemuan puncak di Ibu Kota Turki Ankara. Ketiganya mengatakan mereka bertekad untuk mempercepat upaya untuk memastikan ketenangan di tanah Suriah.

Sementara keputusan mereka untuk bekerja sama berbuat banyak untuk mengurangi kekerasan di Suriah, sebagian karena intervensi militer mereka sendiri di pihak yang berseberangan, hal itu menggarisbawahi peran utama mereka seperti pertanyaan yang tumbuh di atas komitmen Washington.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Trump menginginkan pasukan AS keluar dari Suriah dalam waktu dekat.

"Kami tidak akan segera menarik tetapi presiden juga tidak bersedia mendukung komitmen jangka panjang," kata pejabat itu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/4/2018).

Sekitar 2.000 pasukan AS dikerahkan ke Suriah utara pada misi untuk memerangi sisa-sisa kekuatan ISIS yang pernah menguasai daerah itu.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan perkembangan di Suriah, di mana tentara Suriah dan sekutunya telah mendorong kembali pemberontak dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa AS telah gagal menggulingkan pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad.

"Mereka ingin mengobarkan rasa tidak aman untuk mempertahankan kepentingan mereka sendiri tetapi mereka tidak berhasil," katanya pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ia menambahkan, bagaimanapun, bahwa ia percaya pasukan AS akan tinggal di Suriah.

Menurut sumber Sindonews, Iran dan Rusia sama-sama mendukung presiden Suriah, sementara Turki mendukung pejuang anti-Assad. Perbedaan-perbedaan itu terus berlanjut di tanah meskipun kerja sama politik mereka bertujuan untuk meruntuhkan sebagian dari kekerasan.

Turki telah melancarkan kampanye militer untuk mengusir para pejuang YPG Kurdi dari distrik Afrin Suriah barat laut, sementara kekuatan udara Rusia dan milisi yang didukung Iran telah mendukung serangan tentara Suriah di wilayah Idlib dan Ghouta.

Televisi pemerintah Iran mengutip Rouhani yang mengatakan kepada Erdogan dan Putin bahwa Afrin harus diserahkan kepada tentara Suriah.

"Perkembangan di Afrin hanya dapat berguna jika mereka tidak melanggar integritas teritorial Suriah, dan kontrol atas daerah-daerah ini harus diserahkan kepada tentara Suriah," kata Rouhani.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages