UN Berbasis Komputer, Karawang Hawatir ”Rawan Pencurian Perangkat” - Sumber Informasi Dunia

UN Berbasis Komputer, Karawang Hawatir ”Rawan Pencurian Perangkat”

Share This

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Banyak kejadian aksi pencurian perangkat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah daerah. Menginisiasi  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMK di Kabupaten Karawang,  Jawa Barat,
berlakukan piket malam bagi kepala sekolah dan guru. 

Ketua MKKS,  Caya Suryana mengatakan,” selama empat hari pelaksanaan UNBK SMK di Karawang. Pihaknya telah melakukan rapat dengan sejumlah kepala sekolah SMK.  Dimana dalam hasil rapat tersebut tercantumkan piket malam untuk menjaga perangkat UNBK yang menjadi sasaran pencurian. 

Setiap sekolah, harus membuat jadwal piket yang harus diikuti oleh para kepala sekolah dan guru sendiri. 

"Kami melihat lagi marak pencurian,  terakhir di Purwakarta.  Makanya Kepsek dan guru harus melakukan piket malam untuk menjaga perangkat UNBK.  Jangan sampai kecolongan hingga mengganggu pelaksanaan UNBK, " kata Caya kepada Media Indonesia, Senin (3/4).

Caya mengatakan  piket sendiri harus dilakukan minimal oleh 5 sampai 6 orang. Mereka harus mengawasi setiap ruangan yang memiliki perangkat UNBK. 

"Yang mengatur,  biar sekolah masing-masing.  Tetapi Kepsek harus terlibat, " katanya. 

Ia menegaskan pencurian perangkat di sekolah memang sering terjadi di Karawang.  "Seperti sekolah PGRI kemarin 2 laptop.  Lalu sekolah Rosma 8 laptop , tetapi untungnya itu jauh sebelum pelaksanaan UNBK.  Nah,  saat ini kita sangat waspada, " katanya. 

Sementara itu di hari pertama UNBK SMK,  pihaknya belum menemukan laporan masalah di setiap sekolah.  "Alhamdulillah belum ada yang melaporkan.  Karena memang kita sudah berpengalaman," kata dia. 

Ia menyebutkan dalam UNBK SMK  terdapat 18.385 murid yang ikut pelaksanaan.  Sementara untuk SMK yang ikut pelaksanaan penyelenggara UNBK yakni 105 sekolah.

"Alhamdulillah untuk seluruh peserta hari pertama ikut.  Lalu untuk sekolah yang mandiri UNBK itu 100 sekolah,  sedangkan untuk 5 sekolah lainnya masih ikut ke sekolah lain, karena jumlah siswanya yang kurang 20 orang, " pungkasnya. .(win)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages