Hari Nakba dan Pemindahan Dubes AS ke Yerusalem Al-Quds Hari Paling Berdarah


BINTANGNEWS.com – Media Prestv berbahasa Inggris melaporkan,” sehari setelah pertumpahan darah di Gaza, bagi orang-orang Palestina yang mendapat perlakuakan oleh Rezi Zionis Israel di hari ulang tahun yang ke-70 Nakba (Catastrophe Day), ketika
rezim Tel Aviv memaksa mereka keluar dari tanah air mereka dan menyatakan keberadaannya di wilayah pendudukan.

Di tanah Palestina, baik di Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang diduduki ikut ambil bagian dalam pemogokan umum saat mereka mempersiapkan aksi massa di kemudian hari untuk memprotes pembentukan entitas Israel dan memperbarui seruan untuk kembali ke tanah air mereka.

Hari Nakba diperingati pada tanggal 15 Mei setiap tahun, menandai hari setelah Israel menyatakan keberadaannya pada tahun 1948. Tahun itu juga melihat perang antara Israel dan koalisi negara-negara Arab atas kendali Palestina, di mana sekitar 700.000 orang Palestina diusir dari rumah mereka dan ratusan kota dan desa-desa Palestina hancur.

Palestine marks Nakba Day after Israeli bloodshed in Gaza

Israeli forces violently attacked Palestinian protesters in the occupied West Bank. Clashes have taken place in the cities of al-Khalil also known as Hebron, Bethlehem as well as at the so-called buffer zone dividing the Gaza Strip.

The violence comes a day after Israeli troops unleashed a brutal crackdown on Palestinian protesters in Gaza, killing 58 people on the spot and wounding over 2,700 others.

The Monday protests in Gaza were part of the “March of Return,” which first began on March 30 with the aim of condemning Israel’s occupation and demanding their right to return.

Earlier on Tuesday, Gaza’s Health Ministry said that an eight-month-old baby identified as Leila al-Ghandourhad died of teargas inhalation suffered on Monday.

Most of the fatalities, it added, were caused by “sniper fire.”
Seorang warga Palestina menyerah dalam keadaan luka yang dideritanya selama aksi unjuk rasa pada hari Senin. Sementara itu pasukan Israel membunuh warga Palestina lainnya hingga pada hari Selasa, korban tewas bertambah menjadi 61.

Khaled Batch, kepala komite pengorganisasian akar rumput protes Palestina, mengatakan warga Gaza pada hari Nakba akan mengadakan pemakaman untuk para korban, menunjukkan tidak akan ada protes di pagar yang memisahkan daerah kantong pantai dari tanah yang diduduki Israel.

Sumber PressTV- melaporkan,” bersamaan dengan hari Nakba, yang memperparah keadaan adalah, dengan pemindahan kedutaan besar AS yang cukup menyulut ketegangan ME.

Sementara itu, Amerika Serikat tetap kukuh dalam pendiriannya yang tidak mengindahkan kritikan baik dari pihak sekutunya maupun pihak lawan, Washington tetap memindahkan kantor kedutaannya dari Tel Aviv ke kota tua Yerusalem al-Quds.

Hari Senin adalah hari puncak Nakba yang paling berdarah bagi warga Palestina sejak perang Gaza 2014, juga melihat relokasi resmi kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem yang diduduki Israel di al-Quds.

Pembantaian dari Zionis Israel di Gaza dan pengalihan kedutaan besar AS sangat memicu kecaman internasional. Sedangkan Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Selasa untuk mengatasi situasi di Palestina.

Tensions have flared across the Palestinian territories since last December, when the United States declared Jerusalem al-Quds in the Tel Aviv-occupied West Bank as the regime’s so-called capital, and said the American embassy would be transferred from Tel Aviv to the holy city.

Palestinians have historically sought the city’s eastern part as the capital of their future state.
Both Washington’s allies and foes have criticized it for illegally declaring an occupied city as Israel’s “capital,” saying it would throw an already trouble-ridden region into more chaos.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply