Iran: AS Provokasi Negara-negara Tertentu di Teluk untuk Hadapi Kami


BINTANGNEWS.com – Media Presstv berbahasa Inggris Melaporkan,” pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan,” AS menghasut negara-negara Arab dan regional tertentu lainnya terutama
Arab Saudi untuk memulai konfrontasi dengan Iran.

"Amerika berusaha memprovokasi Saudi dan negara-negara tertentu di kawasan timur tengah itu dan mengadu mereka dengan Republik Islam. Tetapi jika mereka memiliki kebijaksanaan, mereka tidak boleh ditipu oleh Amerika Serikat," kata Pemimpin Iran itu, Senin tadi.

Ucapannya datang sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunjungi Arab Saudi di mana ia menyerukan persatuan di antara negara-negara Teluk Persia, sangat terbagi atas Qatar, untuk menghadapi Iran.

"Amerika tidak mau menanggung biaya menghadapi Republik Islam dan negara kuat Iran sendiri; mereka ingin membuat beberapa negara di kawasan itu memikulnya," kata pemimpin itu kepada sekelompok pekerja dan pengusaha di Teheran menjelang Hari Buruh.

"Beberapa negara di kawasan ini harus tahu bahwa jika mereka menghadapi Republik Islam Iran, mereka pasti akan dipukul dan dikalahkan," tambah Ayatollah Khamenei.

Pemimpin Iran itu mengatakan,” kehadiran militer AS di Asia Barat adalah penyebab ketidakamanan, perang dan kekerasan. "Untuk alasan ini, kaki Amerika harus diputus dari wilayah ini dan mereka harus meninggalkan Asia Barat," tambahnya.

Leader: US provoking certain states to confront Iran
Former US Secretary of State Rex Tillerson drew a harsh response from Iranian officials when he said at a news conference with Saudi Foreign Minister Adel al-Jubeir last October that Iranian forces in Iraq "need to go home".

Iran was central to Iraq's defeat of Daesh terrorists in the Arab country through the advisory assistance which it provided at the request of the Iraqi government.

Ayatollah Khamenei said on Monday the one who has to leave the region is America, not the Islamic Republic of Iran.

"We are from here, and the Persian Gulf and West Asia are our home, but you are the outsider with mischievous aims, seeking to instigate sedition."

"The US incites the Saudis in order to create a conflict in our region. Why don’t they incite the Zionists? Because they want Muslims to fight against Muslims,” Ayatollah Khamenei said.

The Leader touched on the long-held US animosity with Iran, saying Washington is currently waging an economic war against the Islamic Republic.

"Today, the war waged against us is funded by US Department of Treasury. How do we encounter it? We invest in on our own economy," Ayatollah Khamenei said.

“Saya sebelumnya menyebutkan selama masa presiden AS lainnya, waktu tabrak lari sudah lewat. Mereka tahu bahwa jika mereka menyerang, mereka akan menerima pukulan yang jauh lebih kuat. "

AS, kata Pemimpin Iran, kini telah memusatkan perhatiannya pada perang ekonomi dan budaya terhadap Iran yang telah mendapat sanksi baru meski ada kesepakatan nuklir dengan negara-negara dunia.

"Pendukung barang-barang Iran adalah salah satu cara terbaik dan paling efektif untuk melawan desain ekonomi musuh, karena mereka telah menemukan bahwa mereka tidak akan dapat berhasil dalam perang militer yang keras."

Ayatollah Khamenei menyerukan kepada pejabat negara untuk memberikan dukungan habis-habisan untuk produk-produk Iran dan tenaga kerja negara itu dan menghilangkan hambatan di jalan produksi termasuk perbankan, asuransi, bea cukai dan masalah likuiditas.

Pemimpin Khamenei juga mengkritik budaya asmara dengan barang-barang buatan luar negeri di antara beberapa orang Iran.

"Why are some people insisting on buying foreign goods? What is this misconception and ailment? All government agencies and the people should decide to use Iranian goods," Ayatollah Khamenei said.

“When we say supporting Iranian products, it means that jobs must be created. It means that we should not have an unemployed worker. It means that the educated youth should not look for office jobs only," the Leader added.***

Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply