Israel Tutup Perbatasan Gaza di Tengah Protes Warga Palestina - Sumber Informasi Dunia

Israel Tutup Perbatasan Gaza di Tengah Protes Warga Palestina

Share This

BINTANGNEWS.com – Media Presstv berbahasa Inggris melaporkan,” Israel telah menutup sebuah perbatasan penting yang menyeberang ke Jalur Gaza yang terkepung ketika rezim Tel Aviv mengintensifkan tindakan kerasnya terhadap protes
anti-pendudukan di daerah kantong Palestina.
Militer Israel mengklaim dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa penyeberangan perbatasan Kerem Shalom akan tetap tertutup "sampai kerusakan yang disebabkan oleh" pemrotes Palestina diperbaiki.

Dikatakan terminal itu, jalur utama barang-barang yang memasuki Jalur Gaza, akan "dibuka kembali sesuai dengan penilaian situasi."

Penutupan perbatasan itu terjadi sehari setelah ribuan warga Palestina mengambil bagian dalam protes di sepanjang perbatasan antara Gaza dan wilayah pendudukan. Pasukan Israel menembaki demonstran anti-pendudukan, menewaskan seorang pria Palestina dan melukai 170 lainnya.

Pembunuhan Jumat meningkat menjadi 53 korban tewas pengunjuk rasa Palestina yang tidak bersenjata yang telah kehilangan nyawa mereka oleh tembakan langsung pasukan Israel sejak protes dimulai di sepanjang perbatasan Gaza pada 30 Maret. Rejim Israel telah menghadapi kecaman internasional atas penggunaan senjata api langsung.

Israel closes Gaza border crossing amid protests
The Palestinian rallies, known as the “Great March of Return,” will last until May 15, coinciding with the 70th anniversary of Nakba Day (Day of Catastrophe), when Israel was created.

Every year on May 15, Palestinians all over the world hold demonstrations to commemorate the day, which marks the anniversary of the forcible eviction of hundreds of thousands of Palestinians from their homeland by Israelis in 1948.

According to witnesses, Israeli troops used a drone to down flaming kites that demonstrators flew over the border in a bid to torch bushes and distract snipers.

During the Friday protests, senior leader of the Palestinian resistance movement Hamas Ismail Haniyeh said Palestinians on Monday and Tuesday, when the mass protests are due to climax, would stand "as one man to tell the American president and Israel that al-Quds is Arab, Islamic, no one will change its identity."

Yahya Sinwar, pemimpin politik Hamas, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia berharap melihat ratusan ribu orang Palestina menyerbu pagar antara Gaza dan wilayah pendudukan selama protes pekan depan yang akan bertepatan dengan langkah kedutaan AS ke Yerusalem al-Quds.

Desember lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota yang disebut Israel dan merelokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem yang diduduki al-Quds, melanggar dengan kebijakan Amerika selama puluhan tahun.

Keputusannya membuat marah orang-orang Palestina, yang menyatakan bahwa Washington tidak bisa lagi berperan sebagai mediator dalam apa yang disebut proses perdamaian Timur Tengah. Ini juga memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim dan bahkan di antara sekutu Arab Washington.

On December 21, the United Nations General Assembly overwhelmingly voted in favor of a resolution that calls on the US to withdraw its controversial recognition of Jerusalem al-Quds as the Israeli “capital.”

Separately, Palestinians in the Gaza Strip held a funeral procession for a Palestinian man killed by Israeli forces during the rallies Friday.

The 40-year-old Jabr Salem Abu Mustafa succumbed to his wounds inflicted by Israeli troops during a protest rally east of Khan Younis in southern Gaza.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Presstv.com

Post Bottom Ad

ad728

Pages