Ormas Islam Karawang Tolak Masjid Jadi Sarana Politisasi


KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Jelang pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019. Puluhan orang tergabung dalam Dai Kamtibmas bersama sejumlah organisasi Islam serta Kiyai dan ulama, mendeklarasikan gerakan tolak politisasi masjid di Bal Room Hotel Resinda,
Karawang Jawa Barat, Sabtu siang.
Kegiatan ini untuk mencegah adanya perpecahan umat serta menjaga Masjid dari praktek politik.

Deklarasi tolak politisasi Masjid ini, dihadiri puluhan orang yang tergabung dalam Dai Kamtibmas Polres Karawang.

Selain itu, tampak hadir sejumlah ormas, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhamadiyah, Persis, FKUB Karawang, serta para kiyai dan ulama serta Takmir Masjid.

Mereka yang hadir sepakat menolak segala bentuk kegiatan politik yang dilakukan di dalam masjid.  

Selama ini, banyak laporan masyarakat terkait penggunaan tempat ibadah khususnya masjid sebagai kegiatan kampanye politik. Selain itu, para takmir juga di minta untuk menjaga masjid serta menyerukan kepada para umat islam agar menjaga masjid dari praktek politik.

Sebelum melakukan deklarasi, mereka yang hadir juga melakukan dialog terkait Kondisi jelang pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019.

Para takmir masjid juga menyayangkan banyaknya dakwah di masjid yang mengumandangkan rasa kebencian terhadap kalangan-kalangan tertentu sehingga bisa mengancam terhadap perpecahan umat.

Selain mendeklarasikan penolakan politisasi masjid. Mereka juga melakukan deklrasi anti-Hoak, yang ditandai dengan melakukan penandatanganan Ketua Nu Kab Karawang, Ahmad Ruhiyat Hasbi.

Dengan adanya deklarasi politisasi masjid, para takmir atau DKM masjid diharapkan bisa selektif membacakan dakwah di depan umat, termasuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika ada pihak yang memanfaatkan masjid sebagai tempat politik."(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply