Roman Abramovich Pemilik Chelsea 'Berhak Jadi Warga Israel'


BINTANGNEWS.com – Pemilik klub Chelsea yang merupakan manusia superkaya Rusia berdarah Yahudi, Roman Abramovich, telah terbang ke Tel Aviv setelah mendapati bahwa ia berhak menjadi warga negara Israel.
Para pejabat imigrasi mengatakan kepada BBC, bahwa pekan lalu Abramovitch diwawancara di kedutaan Israel di Moskow.

Juru bicaranya mengatakan, belum akan menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa Abramovitch telah mendapatkan kewarganegaraan Israel.

Abramovitch, 51 tahun akan menjadi manusia terkaya di Israel.

Visa investor Abramovitch telah kedaluwarsa beberapa pekan lalu, dan kali ini ia mengalami hambatan untuk perpanjangannya. Namun pemerintah Inggris menolak untuk menanggapi persoalan terkait kasus individual.

Penundaan perpanjangan visa bagi Abramovitch terjadi di tengah kekisruhan diplomatik antara London dan Moskow menyusul peristiwa diracunnya mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal beberapa waktu lalu.

Abramovich idak menghadiri pertandingan final FA Cup di stadion Wembley beberapa waktu lalu, saat Chelsea merebut gelar dengan mengalahkan Manchester United.

Media Israeli melaporkan bahwa ia telah mendapat kartu identitas di Israel berdasarkan Undang-undang Kepulangan, yang memberi hak bagi setiap orang yahudi untuk menjadi warga negara Israel.

Times of Israel melaporkan bahwa kementerian dalam negeri telah mengkonfirmasi bahwa Abramovich tiba di Israel hari Senin (29/5) dan telah beremigrasi ke negeri itu.

Abramovitch sudah sering berkunjung ke Israel dan telah membeli sebuah hotel di Tel Aviv pada 2015 yang menurut laporan telah diubahnya menjadi rumah tinggal.

Pemegang paspor Israel diizinkan masuk Inggris raya tanpa visa untuk masa tinggal yang singkat.

Menurut majalah Forbes, kekayaan Abramovich mencapai $11,5 miliar (Rp160 triliun). ia akan menjadi orang terkaya di israel, dan sebagai warga negara baru, ia berhak tidak membayar pajak selama 10 tahun untuk pendapatan yang diperoleh di luar negeri.

Siapa sebenarnya Roman Abramovich?
Dilaporkan, ia pernah jadi penjual boneka, sebelum mendapat peruntungannya dari minyak pada tahun 1990an setelah ambruknya Uni Soviet.

Sumber BBC Indonesia, Abramovich pernah menjadi mitra bisnis mendiang taipan Boris Berezovky, seorang yang dekat dengan mantan presiden Rusia Boris Yeltsin.

Banyak yang menyebut, Abramovitch dan Berezovky memanfaatkan jaringan 'keluarga' Kremlin mereka untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan negara dengan harga sangat murah.

Abramovich pernah menjadi gubernur kawasan Chukotka, Rusia
Ia diyakini dekat dengan presiden Russa yang kontroversial, Vladimir Putin
.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply